Pelaku Pembuang Bayi di Pinggir Sungai Pasirian Akhirnya Terungkap, Ini Alasannya


Lumajang, (DOC)-
Pelaku pembuang bayi laki-laki di tepi sungai Karang Kates, Dusun Umengan, Desa Nguter, Kecamatan Pasirian, Kabupaten Lumajang akhirnya terungkap.

Ternyata pelaku yang membuang bayi tersebut adalah BL (19) warga desa setempat.

Polisi menemukan siapa ibu kandung pembuang bayinya pada Sabtu (3/9/2022), kemudian dibawa kerumah sakit untuk dilakukan pemeriksaan secara medis.

"Alhamdulillah sudah ditemukan ibu bayinya, kemudian kami bawa ibu yang membuang bayinya kerumah sakit untuk dilakukan pemeriksaan secara medis. Dari pernyataan dokter yang bersangkutan mengakui baru saja melahirkkan," ungkap Kapolres Lumajang AKBP Dewa Putu Eka Darmawan.

Lanjut Dewa, dari pengakuannya pelaku telah melahirkan bayi tersebut di dalam rumah sendiri pada Kamis (1/9/2022).

"Sebelum dibuang di pinggir sunga BA ini sempat memberi susu formula kepada bayinya. Dan memberikan kain selimut dengan maksud supaya bayinya tidak kedinginan," ujarnya.

Setelah melakukan proses lahiran sendiri, pelaku melakukan persalinan sendiri.

"Niat pelaku menaruh bayi dipinggir sungai agar ada yang menemukan, biar sewaktu-waktu dia bisa melihat anakanya," katanya.

Dari integrosi kepada petugas, yang bersangkutan bisa hamil karena pernah berhubungan dengan pacarnya.

"BA ini belum menikah, bahkan ia sendiri menyembunyikan tentang kehamilannya, karena malu," katanya.

BA ini tinggal bersama kakaknya, bahkan kakaknya tidak mengetahui kalau ia sedang hamil, sedangkan orang tuanya sudah cerai.

"Kita sudah kumpulkan dari pelaku bersama keluarga besarnya, langsung dengan Kapolsek, Bhabinkamtibmas, dan perangkat desa untuk mengkedepankan sisi kemanusian. Apalagi keluarga besarnya sudah siap merawat bayinya," ujarnya.

Lebih lanjut Kapolres menambahkan, BA saat ini tidak diproses hukum. Kepolisian dalam perkara ini mengedepankan perlakuan humanis. Kepolisian telah melakukan komunikasi dengan pihak keluarga BA. Akhirnya Bayi BA dirawat oleh keluarganya.

"BA inikan takut ketahuan tapi juga sayang sama bayinya. Kalau BA sudah gak sayang, mungkin dari awal akan melakukan aborsi. Tapi rupanya lahir sehat. Kita mempertimbangkan sisi kemanusiaan itu. Kami tidak tega menahan ibunya," jelasnya.(Mam)




https://picasion.com/