4 PSK Terjaring Razia Satpol PP, Begini Pengakuannya


Lumajang, (DOC)-E
mpat orang wanita diduga pekerja seks komersial (PSK), Rabu (14/9/2022) siang terjaring razia Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Lumajang. 

Keempat wanita tersebut diamankan di dua tempat berbeda, di Eks Lokalisasi Kedungsumur, Desa Kunir Lor dan Desa Sukosari, Kecamatan Kunir, Kabupaten Lumajang.

Dari Keempat wanita tersebut ada yang mengaku dari daerah Cianjur, Jawa Barat dan Kabupaten Jember. Sedangkan 2 wanita lainnya asal Kecamatan Randuagung dan Yosowilangun.

Sebelum diamankan petugas, rata-rata mereka beroperasi sekitar 1 hingga 2 minggu.

Setelah berhasil mengamankan 4 wanita diduga PSK, kemudian mereka digiring ke kantor Satpol PP untuk dilakukan pemeriksaan, pembinaan dan pendataan.

Usai dilakukan pembinaan dan pendataan kemudian ke empat wanita PSK akan serahkan ke Dinas Sosial untuk di lakukan pembinaan atau pelatihan.

"Nanti kita serahkan kepada Dinas sosial yang akan mengurus terkait dengan mereka itu apa nanti ada semacam pelatihan atau apa itu yang punya kewenangan adalah dinas sosial, karena  kita di Satpol PP hanya menertibkan saja," jelas Kepala Bidang Penegakan Produk Hukum Daerah (Gakda), Didik Budi Santoso ketika ditemui diruang kantornya.

Didik mengatakan, 4 wanita yang diamankannya itu merupakan pemain baru dan baru kali ini tertangkap.

"Setelah dilakukan pemeriksaan, wanita tersebut langsung diserahkan ke Dinas Sosial dan ditempatkan ke rumah aman untuk sementara waktu," Ungkapnya.

Didik menghimbau kepada masyarakat agar membantu Satpol-PP dalam penertiban tempat tempat prostitusi demi terciptanya ketertiban umum kabupaten Lumajang.

"Kita sebagai masyarakat secara umum bantulah Satpol PP jadi jangan malah di sana ada kegiatan seperti itu malah di sana diramaikan, ya apalagi ketika ada penertiban atau razia malah dibocorkan, mari kita bantu dalam menciptakan ketertiban umum di kabupaten Lumajang". Pungkasnya.

Sementara itu SP (42), mengaku terpaksa menjalani profesi haram itu lantaran terlilit hutang sebesar 28 juta. Uang itu ia gunakan untuk biaya operasi.

Selama ini ia tinggal bersama suaminya di Probolinggo. Karena suaminya telah meninggal, dan tidak ada yang mencukupi kebutuhannya akhirnya ia terjun ke dunia lendir.

"Sebelumnya kerja jadi asisten rumah tangga, karena juragan Saya bangkrut ya terpaksa kerja itu. Buat bayar hutang habis operasi hamil di luar kandungan," ungkap SP.

Ia juga mengaku mengetahui eks lokalisasi karena diajak bekerja disana oleh temannya.

Sedangkan dengan LE (28), wanita muda asal Kecamatan Randuagung itu baru saja pisah dengan suaminya, dan ia mengaku sekedar iseng berada di eks lokalisasi.

Bahkan ia sendiri sering seliweran di sekitar lokalisasi untuk menarik kredit perhiasan dari pelanggannya.

"Cuma iseng karena habis pisahan, baru 2 hari di sana. Kemarin datang jam 13.00 WIB. Tadi pagi sudah ikut ditangkap. Saya kesana karena frustasi," aku LE. (Mam)

https://picasion.com/