Tangkap 3 Pengedar Okerbaya, Polres Lumajang Sita 2.303 Butir


Lumajang, (DOC)-
Sebanyak 3 orang pengedar narkoba atau Obat Keras Berbahaya (Okerbaya) diringkus melalui Operasi Tumpas Narkoba Semeru 2022 yang berlangsung pada 22 Agustus sampai 2 September 2022.

Tiga pelaku berhasil diringkus Satresnarkoba Polres Lumajang diantaranya berinisial IH (20), AE (27) keduanya warga Dusun Pondok Asri, Desa Kedungrejo, dan FZ (26) warga Dusun Pondok Kobong, Desa Kedungrejo, Kecamatan Rowokangkung.

Dari tangan ketiga tersangka, polisi mengamankan barang bukti total 2.303 butir pil.

Kasat Narkoba Polres Lumajang AKP Ernowo mengatakan, penangkapan ketiga tersangka bermula dari adanya laporan masyarakat mengenai peredaran narkoba diwilayah Rowokangkung.

"Berbekal informasi tersebut, petugas melakukan penyelidikan hingga berhasil menangkap ketiga tersangka," ujarnya.

Ernowo menjelaskan, awalnya Unit Opsnal Satresnarkoba Polres Lumajang bersama Polsek Rowokangkung pada Sabtu 27 Agustus 2022 sekitar pukul 19.00 Wib menangkap IH saat berada di dalam rumah neneknya.

"Saat dilakukan penggeledahan ditemukan barang bukti pil logo Y sebanyak 75 butir, dan logo DMP 79 butir. Sehingga total barang bukti pil berhasil diamankan sebanyak 154 butir," ujarnya.

Saat diperiksa, tersangka mengaku mendapatkan barang haram itu dari AE. Petugas lalu bergegas menangkap AE di rumahnya du Dusun Pondok Asri, Desa Kedungrejo, Kecamatan Rowokangkung.

"Dari penangkapan tersebut, petugas menyita barang bukti pil il warna putih logo "Y" sebanyak 577 butir
, dan pil warna kuning logo "DMP" sebanyak 1395 butir. Sehingga total barang bukti pil diamankan sebanyak 1972 butir," imbuhnya.

Tidak butuh waktu lama lagi, sekitar pukul 21.00 WIB polisi juga berhasil meringkus FZ di rumahnya di Dusun Pondok Kobong, Desa Kedungrejo.

"Dari tangan pelaku polisi berhasil mengamankan barang bukti pil logo Y sebanyak 177 butir," ujarnya.

Akibat perbuatannya, ketiga tersangka akan dijerat dengan pasal 196 atau pasal 197 Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan.

"Ancaman hukuman pidananya, maksimal 10 sampai 15 tahun penjara atau denda hingga Rp1,5 miliar," kata Ernowo.

Pihaknya akan intensif memberantas peredaran serta penyalahgunaan narkoba dan obat-obatan terlarang. Hal itu bertujuan agar kasus narkoba di Lumajang dapat ditekan. (Imam)




https://picasion.com/