Pengadilan Negeri Lumajang Lakukan Eksekusi Lahan SMK WYSN, Pihak Sekolah Tidak Hadir


Lumajang, (DOC)
-Pengadilan Negeri Lumajang melaksanakan eksekusi pengosongan terhadap SMK Wira Yudha Sakti Nusantara (WYSN)  di Jalan Veteran No. 82 Desa Karangsari, Kecamatan Sukodono, Senin (27/6/2022).


Saat dilakukan pelaksanaan eksekusi tersebut sempat terhambat lantaran pihak Pengadilan dan pemohon eksekusi selaku pemenang belum menerima kunci bangunan dari pihak sekolah.


Karena saat petugas akan masuk halaman pagar pintu masuk utama dalam keadaan terkunci rapat.


Atok Rokhman Juru Sita Pengadilan Negeri Lumajang, sebelumnya memanggil kedua belah pihak yakni penggugat dan tergugat untuk mendengarkan pembacaan amar putusan.


Akan tetapi pihak tergugat (Sri Diana) tidak hadir  maupun kuasa hukumnya. Akhirnya, eksekusi dilakukan bermula dengan merusak kunci pagar, sehingga petugas bisa masuk.



Atok Rokhman Juru Sita Pengadilan Negeri Lumajang mengatakan, eksekusi tersebut merupakan perintah dari penetapan Ketua Pengadilan Negeri Lumajang, tertanggal 22 November 2021, yaitu melaksanakan isi putusan Pengadilan Negeri Lumajang yang sudah berkekuatan hukum tetap.


"Pada pokoknya, mengosongkan semua barang - barang yang ada di dalam gedung ini, dan mengembalikan pada pemohon eksekusi selaku pemenang Teguh Budi Darmawan melalui kuasa hukumnya John Richard Latuihamallo, S.H, M.H," ujarnya.


Lanjut Atok, mendapati beberapa bagian bangunan dalam kondisi rusak, seperti pintu, pagar, maupun bangunan dan sejumlah barang milik pemenang eksekusi tidak ada di tempat, diantaranya AC, meja kursi, name board, komputer dan lain-lain. 


"Temuan-temuan tersebut akan dituangkan dalam berita acara pelaksanaan eksekusi. Sehingga pelaksanaan eksekusi kali ini dianggap sudah selesai," jelasnya.


Dalam berlangsung nya eksekusi, pihak PN Lumajang langsung menyerahkan obyek sengketa itu kepada Kuasa Hukum dari Teguh Budi Darmawan untuk dikuasai sepenuhnya dengan disaksikan pihak Muspika. 


Apabila ada pihak-pihak yang memasuki gedung tanpa seizin pemenang gugatan, halitu termasuk perbuatan melawan hukum. 


“Jika ada yang melawan atau masuk tanpa izin, laporkan saja karena itu sudah termasuk perbuatan pidana,” tuturnya.


Sementara itu, kuasa hukum pemilik lahan, John Richard Latuihamallo menyampaikan,  merasa keadaan bangunan sudah tak lagi seperti sebelumnya. Dimana ada 13 AC yang dilepaskan, dan merusak bangunan


"Ada sebagian AC itu yang sudah di rusak, apalagi AC itu milik klien kami Teguh," ujarnya.


John menyampaikan, sampai saat ini ada tunggakan pembayaran kewajiban sewa selama hampir 7 tahun dimana itu belum dibayar sekali. 


"Total kurang lebih 430 juta yang akan kita taggih kepada Sri Diana. Dia harus membayar dalam waktu 7 hari kelunasan. Apabila itu tidak dibayar akan kami ajukan dalam proses hukum baik perdata maupun pidana," ungkapnya.


Saat dilakukan pelaksanaan eksekusi tersebut tampak tidak dihadiri oleh pihak sekolah atau pun kuasa hukumnya hingga eksekusi berakhir.(Imam) 


https://picasion.com/