-->

Notification

×
Copyright © Best Viral Premium Blogger Templates

Iklan

Iklan

Iklan

Mami Ambar Kasus Prostitusi Anak di Lumajang Dituntut 10 Tahun Penjara

, Selasa, Juni 07, 2022 WIB


Lumajang, (DOC)-
Sidang Kasus dugaan prostitusi anak dibawah umur dengan terdakwa inisial NS alias Mami Ambar (41) digelar di Pengadilan Negeri Lumajang, Selasa (7/6/2022).

Sidang berlangsung sekitar 10.30 WIB terdakwa Mami Ambar duduk dibangku dakwaan dengan menggunakan rompi merah dan memakai kerudung coklat.

Bahkan saat sidang berlangsung tampak Bupati Lumajang Thoriqul Haq menyaksikan jalannya sidang.

Dalam sidang berlangsung Jaksa Penuntut Umum (JPU) Ahmad Fahrudin menuntut terdakwa Mami Ambar dengan hukuman 10 tahun penjara serta denda 120 juta subsider 6 bulan penjara.

"Kepada terdakwa Mami Ambar dituntut dengan pidana 10 tahun penjara dengan denda sebesar Rp 120 juta," Kata Jaksa Penuntut Umum Ahmad Fahrudin.

Atas kasusnya, Mami Ambar dijerat pasal 182 ayat 1 huruf a KUHAP, Pasal 2 ayat (1) Jo. Pasal 17 UU No. 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdangan Orang.

Kepala Kejaksaan Negeri Lumajang Eko Riendra Wiranto mengatakan, dalam tuntutan bahwa terdakwa Mami Ambar telah melakukan perdagangan dengan melibatkan anak dibawah umur.

"kita juga mempertimbangkan hal-hal memperingatkan dan mengakui perbuatannya, menyesali perbuatannya itu akan pertimbangkan.

Sehingga kita memutuskan untuk untuk menuntut pidana 10 tahun penjara," ujarnya.

Wiranto mengatakan, Selain pidana dan denda, terdakwa juga diminta untuk membayar restitus kepada korbannya atas perhitungan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK).


"kami juga menuntut terdakwa terkena denda restitusi. Atas perhitungan LPSK dendanya sekitar Rp 1 miliar lebih 30 juta. Itu untuk pemulihan trauma korban. Kalau tidak dibayar menjalani hukuman 3 bulan," ungkapnya.

Sementara itu, Bupati Lumajang Thoriqul Haq mengatakan, kasus Mami Ambar ini menjadi perhatian bersama karena ada perdagangan anak.

"kasus ini perlu mendapatkan perhatian semua pihak, karena Mami Ambar ini bukan sekedar Mucikari dalam kegiatan prostitusi tetapi juga ada perdagangan anak tentu sangat merisauhkan dan meresahkan," Kata Cak Thoriq usai mengikuti sidang tuntutan Mami Ambar.

Ia menyampaikan, kasus ini bisa dijadikan pelajaran oleh masyarakat. Jangan ada lagi kasus-kasus prostitusi karena tahu sendiri hukumannya berat.

"saya bersama Pak Kajari dan Pak Ketua Pengadilan Negeri tidak sekedar sosialisasi tentang anak yang dilindungi tetapi aksi agar siapapun yang melakukan perdagangan anak tuntutannya berat,” tandasnya.

Penasehat hukum Mami Ambar, Wiwin Suharni Kurnia menyampaikan, pihaknya bakal mengajukan pleidoi atas tuntutan yang diberikan.

“Tuntutan terlalu berat jadi nanti kami lakukan pleidoi,” kata Wiwin.

Sidang Pledoi akan dilakukan pada Selasa depan tanggal 14 Juni 2022 sekitar pukul 10.00 Wib.

Diberitakan sebelumnya, Mami Ambar ditangkap Ditreskrimum Polda Jatim pada November tahun lalu, karena diduga terlibat dalam kasus prostitusi anak dibawah umur.

Kasus terbongkar setelah salah seorang korban berinisial TR berhasil kabur dari tempat prostitusi. Kemudian korban mengadukan kejadian yang dialaminya ke Polda Jawa Timur.(Iamm)


Komentar

Tampilkan

  • Mami Ambar Kasus Prostitusi Anak di Lumajang Dituntut 10 Tahun Penjara
  • 0

Terkini

Tag Terpopuler