-->

Notification

×
Copyright © Best Viral Premium Blogger Templates

Iklan

Iklan

Iklan

Kapolres: Antisipasi Penyebaran PMK di Lumajang Tutup dan Sterilsasi Seluruh Pasar Hewan

, Selasa, Mei 24, 2022 WIB


Lumajang, (DOC)
-Meningkatnya kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan ternak sapi di wilayah Lumajang, Forkopimda menggelar rapat koordinasi penanganan PMK di ruang Mahameru Kantor Bupati Lumajang, senin (23/5/2022) malam.


Rapat koordinasi penanganan PMK dihadiri Bupati Lumajang Thoriqul Haq, Kapolres Lumajang AKBP Dewa Putu Eka Darmawan, dan Dandim diwakili Kasdim 0821 Lumajang Kasdim 0821 Lumajang Kapten Inf Wahyu Utomo.


Kapolres Lumajang AKBP Dewa Putu Eka Darmawan menjelaskan, bahwa pihaknya telah membentuk satgas penanganan PMK, guna meminimalisir penyebaran wabah yang tergolong berbahaya bagi hewan ternak sapi.


"Di Polres sudah membuat Satgas sampai dijajaran polsek, salah satunya yakni untuk menyampaikan informasi kepada masyarakat terkait bahaya PMK," jelasnya.


Lanjut Dewa, untuk mengantisipasi upaya pencegan penyebaran PMK di Lumajang untuk menutup dan sterilsasi seluruh pasar hewan di Kabupaten Lumajang dengan cara penyemprotan disinfektan yang dilaksanakan pada hari Jumat tanggal 27 Mei 2022 mendatang.


"Dilarang melaksanakan kegiatan transaksi hewan  ternak, diantaranyam di pasar hewan Lumajang, Pasar Patok kota Lumajang, pasar Hewa Krei kecamatan Yosowilangun, Pasar Hewan Pasirian, Pasar hewan Kalakah," ungkapnya.


Sementara itu, Bupati Lumajang, Thoriqul Haq mengungkapkan, bahwa Pemerintah Kabupaten Lumajang harus melakukan langkah-langkah percepatan penanganannya, guna menekan angka kasus PMK.


"Kita harus melakukan percepatan supaya benar-benar bisa melakukan penanganan pencegahan PMK hewan ternak di lapangan," ungkapnya.


Cak Thoriq berkeinginan dalam melakukan percepatan penanganan itu, semua stakeholder terkait harus bertindak cepat, tepat dan tegas supaya wabah PMK di Lumajang bisa tertangani dengan baik serta hewan sapi kembali sehat dan bebas terjangkit PMK.


Bupati mengungkapkan, bahwa akibat merebaknya wabah PMK tersebut, banyak pihak yang mengalami kerugian, khususnya bagi para peternak dan pedagang sapi.


"Banyak sapi yang mengalami penurunan harga, yang awal harganya kisaran Rp60 juta hingga Rp50 juta, namun sekarang dijual dengan harga Rp40 juta sampai Rp30 juta," terangnya.(Mam)

Komentar

Tampilkan

  • Kapolres: Antisipasi Penyebaran PMK di Lumajang Tutup dan Sterilsasi Seluruh Pasar Hewan
  • 0

Terkini

Tag Terpopuler