Marak Peredaran Narkoba di Lumajang DPRD Temui Ka BNNK, Spontan Ikut Tes Urine


Lumajang, (DOC)
-Kepala BNN Kabupaten Lumajang AKBP Indra Brahmana menerima kunjungan kerja DPRD di Kantor Badan Narkotika Nasional (BNNK) Lumajang, Senin (4/4/2022) kemarin.


Dalam kunjungannya anggota  DPRD ke Kantor BNNK untuk menyampaikan keprihatinan tentang maraknya peredaran gelap Narkoba sampai ke desa-desa.


Hadir dalam kunjungan kerja diantaranya,  Ketua DPRD Lumajang H. Akhmat, S.T, Ketua Komisi D DPRD Supratman, S.H, Wakil Ketua Komisi D DPRD Umi Kulsum, dan anggota komisi DPRD yakni Sugianto, S.H, Idris Marzuki, Spd, Karnadi, Andriyo, dan Mustainul Umam. 


Dalam pertemuan itu anggota DPRD Lumajang dengan Kepala BNNK menyampaikan keprihatinan tentang maraknya peredaran gelap Narkoba sampai ke desa-desa bahkan sampai sampai menimbulkan korban usia anak-anak yang menjadi penyalahguna dimana beberapa diantaranya mengalami kerusakan saraf sehingga menjadi seperti mengalami gangguan jiwa, dimana proses penanganan menjadi sangat sulit. 


Menanggapi maraknya peredaran narkoba, Kepala BNNK AKBP Indra Brahmana mengatakan, sudah memiliki strategi penanggulangan peredaran gelap dan penyalahgunaan Narkoba yakni Supply Reduction melalui kegiatan pemberantasan dan penegakan hukum yang dilakukan bersama Polres Lumajang dan BNNP Jawa Timur.


"Lalu Demand Reduction melalui kegiatan pencegahan bekerjasama dengan instansi terkait OPD Lumajang dan intansi terkait vertikal dalam hal ini Kementerian Agama," Ujarnya.


Indra Brahmana menjelaskan bahwa BNN hanya memiliki kewenangan penegakan hukum yang masuk kategori Narkotika, sedangkan untuk yang kategori Bahan Adiktif dan obat obatan masuk ranah UU Kesehatan yang menjadi kewenangan Polri. 


"BNNK tetap memberikan layanan rehabilitasi bagi para klien termasuk yang penyalahguna obat-obatan bukan Narkotika," jelasnya.


Untuk upaya pemberantasan, lanjut Indra bahwa pihaknya terus bersinergi dengan Polres Lumajang dan itu sudah terjalin sangat baik sejak dulu sampai sekarang khususnya untuk suplai informasi intelijen kaitan jaringan sindikat peredaran gelap Narkotika maupun obat-obat berbahaya. 


Bahkan anggota DPRD juga mengapresiasi atas terobosan yang telah dilakukan BNNK Lumajang dalam rangka mengatasi segala keterbatasan khususnya terobosan untuk pemenuhan kebutuhan dasar yang utama yaitu sarana dan prasarana. 


"Komisi D memahami bahwa penanggulangan peredaran gelap dan penyalahgunaan narkoba memang harus dilakukan secara bersama-sama seluruh stake holders yang ada di Lumajang, tidak bisa hanya dengan mengandalkan BNNK dan Polres Lumajang," jelas Indra Brahmana.


Dalam kegiatan itu seluruh anggota DPRD yang mengikuti kunjungan kerja secara spontan mengajukan tes urine. Hasil tes urine  wakil ketua DPRD dan semua anggota DPRD dinyatakan negatif Narkoba.


"Alhamdulillah semua hasilnya negatif, baik itu dari Wakil Ketua, Ketua Komisi D DPRD, wakil Ketua Komisi D dan anggota DPRD," pungkas Indra Brahmana.

https://picasion.com/