Masuk Kendaraan Ilegal, Odong-Odong (Light Truk Modifikasi) Diamankan Satlantas Polres Lumajang

Polisi amankan kendaraan odong-odong

Lumajang, (DOC)-
Odong-odong tengah menjadi populer di Kabupaten Lumajang. Kendaraan yang dimodifikasi itu mudah dijumpai di jalanan maupun kampung ke kampung.

Odong-odong berbentuk unik memang membuat anak-anak menjadi tertarik untuk meniakinya. Namun harus diketahui, odong-odong termasuk kendaraan ilegal.

Dengan banyaknya kendaraan odong-odong tersebut, Satlantas Polres Lumajang melakukan berhasil mengamankan kendaraan odong-odong atau kereta kelinci di Kawasan Tertib Lalu Lintas (KTL) Desa Kutereronon, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Lumajang.

Kendaraan odong-odong tersebut diamankan Kasat Lantas Polres Lumajang bersama anggotanya saat melaksanakan patroli di Jalan Umum masuk jalan Srikaya, Desa Kuterenon, Kecamatan Sukodono

Namun saat dilakukan pemeriksaan ternyata kendaraan odong-odong yang diamankan adalah aslinya kendaraan Isuzu Light Truk yang sudah dirubah menjadi kendaraan kelinci 1 gerbong tidak sesuai ukuran (over dimensi).

"Setelah dilakukan pemeriksaan ternyata kendaraan odong odong ini adalah hasil modifikasi dari kendaraan light truk yang dirubah menjadi odong-odong," Kata Kasat Lantas Polres Lumajang AKP Bayu Halim Nugroho, Selasa (8/3/2022).

Sesusai di buku BPKB dan STNK kendaraan odong-odong adalah kendaraan Isuzu Light truk warna kuning Nopol AD 1395 LB yang sudah di modifikasi menjadi kereta kelinci.

"Saat ini kendaraan odong-odong sudah kami amankan di kantor satlantas Polres Lumajang," Ujar Bayu.

Kemudian pihaknya berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan Kabupaten Lumajang untuk memintai keterangan dari saksi ahli bahwa kendaraan tersebut beksitnya adalah light truk yang sudag di modifikasi menjadi kereta kelinci.

"Setelah kami cek kendaraan bayar pajaknya sudah mati tahun 2019, kemudian sudah lama sekali tidak melaksanakan uji KIR, dan STNK sudah mati karena mmasa berlakunya habis mulai tahun 2012," katanya.

Bayu mengatakan, dari hasil pengakuan dari pemilik kendraan bahwa ia membeli unit odong-odong dua tahun lalu di wilayah Kabupaten Blitar.

"Dari pengakuan pemilik odong-odong ini membeli dengan harga tertentu kemudian di gunakan untuk operasional mengakut masyarakat," ungkapnya.

Bayu menegaskan, secara administratif kendaraan tidak odong-odong tidak layak, cara keselamatan tidak memenuhi standar spesifikasi tidak standar dan membahayakan keselamatan masyarakat

"Saat ini diberlakukan sebagai edukasi kepada masyarakat intinya kami tetap melakukan sosialisasi bahwa merubah bentuk yang bersifat berpotensi membahayakan masyarakat atau pengguna jalan lainnya tetap menjadi atensi satlantas," jelasnya.

Atas tindakan pengemudi ini dikenakan Pasal 277 Undag-Undang RI Nomor 22 tahun 2009 tentang lalu lintas dan angkutan jalan.

"Untuk pemilik kendaraan tersebut dikenakan Pasal tindak pidana kejahatan lalu lintas, yakni setiap orang yang memasukan kendaraan bermotor, kereta gandeng dan kereta tempelan di dalam wilayah Republik Indonesia membuat merakit, memodifikasi kendaraan bermotor. Atas tindakannya pemilik dipidana penjara paling lambat 1 tahun dengan denda Rp 24 juta," Beber dia.

Kasus tindak pidana kejahatan lalu lintas saat ini ditangani penyidik lalu lintas, dan pemilik kendaraan odong-odong tidak dilakukan penahanan hanya wajib lapor setiap tiga hari sekali.

"Tetapi terkait penindakan hukum yang kami lakukan, walaupun ini kegiatan lalu lintas tetapi tidak melakukan penahanan, tetapi Proses pemeriksaan kami berlakukan seperti tindak pidana umum lainnya.

Pemilik kendaraan odong-odong tidak tahan," pungkas Bayu.(Imam)













 


https://picasion.com/