Tanam Pohon Ganja, 2 Pemuda Asal Pasirian Diringkus Polisi


Lumajang, (DOC)-
Dua orang pemuda  diamankan satuan Narkoba Polres Lumajang karena kedapatan menanam pohon yang diduga ganja.


Kedua tersangka bernama KMA(24) dan PR(26) keduanya warga Desa Nguter, Kecamatan Pasirian.
,Kabupaten Lumajang.


Pengungkapan kasus ini, berawal informasi dari masyarakat adanya seorang warga  yang di duga telah menanam pohon ganja di halaman area rumahnya.


Setelah mendapatkan informasi, anggota satresnarkoba Polres Lumajang melakukan penyelidikan dan penangkapan.


"Dua orang tersangka kita amankan dari rumahnya masing-masing di Desa Nguter, Kecamatan Pasirian," ujar Wakapolres Lumajang Kompol Kristiyan Beorbel Martino saat menggelar konferensi pers di Loby Mapolres Lumajang, Kamis (10/2/2022).

Dari tangan tersangka polisi berhasil mengamankan barang bukti 11 pohon ganja dengan ukuran bervariatif.

"Tanaman ganja paling tinggi adalah 190 cm, 14 cm, dan yang paling kecil 2 cm." ujarnya.

Kristiyan mengatakan, dari pengakuan tersangka KMA bibit ganja dari temannya bernama PR yang masih satu desa dengannya.

"Sementara dari pengakuan PR mendapatkan bibit ganja berupa biji ganja dari seorang temannya bernama Yogi saat ini masih dalam pengejaran polisi," jelasnya.

Lanjut dia, dari pengakuan kedua tersangka menanam ganja sekitar 7 bulan yang lalu, hingga sampai saat ini belum pernah menjual pohon ganja.

"Hasil pengakuan hanya di konsumsi sendiri, karena kita lihat masih belum ada di pangkas atau belum dijual," jelas Kristiyan.

Bahkan menurut pengakuan tersangka keduanya belum pernah mengkonsumsi ganja, karena hasil tes urine dinyatakan negatif.

"Kedua tersangka dulu pernah mengkonsumsi di tahun 2021. Mungkin itu yang menjadi kendala mengapa hasil tes urine masih negatif," ujar wakapolres.

Kedua tersangka dijerat dalam Pasal 111 (1) Jo Pasal 132 (1) UURI No 35 tahun 2009, tentang Narkotika. Dalam hal perbuatan menanam, memelihara, memiliki, menyimpan, menguasai, atau menyediakan Narkotika Golongan I

"Pelaku terancam pidana penjara paling singkat 4 tahun, paling lama 12 tahun dengan denda paling sedikit delapan ratus juta, paling banyak 8 milyar," pungkasnya.(Mam)


https://picasion.com/