Relawan Petrosea Berikan Trauma Healing Bagi Anak Korban Erupsi Gunung Semeru


Lumajang, (DOC)-
Dampak erupsi Gunung Semeru ribuan warga mengungsi di sejumlah titik. Kondisi masyarakat terutama anak-anak yang mengungsi saat ini membutuhkan perhatian serius.


Sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama, relawan Petrosea Site Kideco memberikan trauma healing terhadap anak-anak korban erupsi Semeru.


Kegiatan trauma healing dilaksanakan di lokasi wisata Hutan Bambu desa Sumber Mujur, Kecamatan Candipuro.


"Kegiatan ini untuk memulihkan trauma pada anak-anak akibat terdampak erupsi Gunung Semeru serta menghibur anak-anak, supaya segera melupakan kejadian bencana," ujar Tri Permadi staff CSR anggota Tim Tanggap Darurat Petrosea Site Kideco 


Dalam kegitan tersebut para relawan memandu dan mengorganisir anak-anak SD Supit Urang 3 untuk mengikuti kegiatan trauma healing di lokasi Hutan Bambu.


Tri Permadi menyampaikan, terlebih dulu anak-anak mendapatkan penyuluhan kesehatan tentang pemeriksaan tensi atau tekanan darah. Dokter Adriani Sambara dengan bahasa yang mudah dipahami siswa menunjukan posisi jantung di dalam tubuh manusia.


"Untuk mengetahui tekanan darah anak-anak di periksa oleh Tim Medis Petrosea dan beberapa perusahaan lain yang tergabung dalam Tim Tanggap Darurat ESDM," Ujarnya.


Usai dilakukan pemeriksaan kesehatan terhadap anak-anak, kemudian diajak bermain  dengan relawan mahasiswa dari Malang.


Tri menjelaskan, dimana SDN Supit Urang 3, merupakan sekolah paling terdampak erupsi gunung Semeru Lumajang pada 4 Desember 2021. Jumlah siswa 75 dan ada 2 siswa yang meninggal dunia. 


Sementara Kepala SDN Supit Urang 3 bersama 7 guru yang lain dibantu PGRI Ranting mendirikan posko di desa Penanggal. Mereka menggunakan angunan Balai Posyandu Sedap Malam untuk tempat berkumpul anak-anak Dan tempat menerima bantuan. 


"Saat ini ada 30 siswa yang aktif ber kegiatan di halaman Posyandu Sedap Malam. Mereka didampingi oleh relawan mahasiswa dari Malang, anggota PGRI yang dijadwal bergiliran dan Tim Tanggap Darurat dari Petrosea," ujarnya.


Hingga sampai saat ini, pihak SDN Supit Urang 3 sedang melacak keberadaan siswa ada di mana saja. Dan sementara ada 30 anak yang sudah aktif ber kegiatan. Sementara sisanya masih terpencar di lokasi yang  berjauhan.


"Saat ini mereka tersebar di beberapa lokasi pengungsian di desa Sumber Mujur dan Penanggal. Sebagian lain sudah mengungsi di rumah sanak famili mereka baik di wilayah kabupaten Lumajang maupun daerah lain," pungkas Tri Permadi.

https://picasion.com/