Ratusan Personel Polisi Amankan Pilkades Serentak di Lumajang


Lumajang, (DOC)-
Polre Lumajang mengerahkan ratusan personil dalam pengamanan pemilihan kepala Desa (Pilkades) Serentak yang dilaksanakan pada 2 Desember 2021.

Sebanyak 800 personil terdiri personil Brimob, Disamapta Polda Jatim, dan jajaran Polres tetangga seperti Polres Jember, Situbondo, Probolinggo, Polresta Probolinggo dan Polres Bondowoso.

Apel gelar pergeseran pasukan pengamanan Pilkades serentak tahun 2021 ini dipimpin oleh Kapolres Lumajang dan Forkopimda dilaksanakan di Alun-Alun Lumajang, Rabu (1/12/2021)

"Nantinya para personil ini akan dibagi untuk ditugaskan sebagai pasukan pengamanan di masing-masing Tempat Pemungutan Suara (TPS) Pilkades 2021,” kata Kapolres Lumajang AKBP Eka Yekti Hananto Seno.

Ratusan personil akan melaksanakan pengamanan Pilkades mulai 1 sampai 3 Desember di 32 Desa dari 15 Kecamatan.

Personel nantinya akan disiagakan di masing-masing TPS. Untuk daerah yang aman setiap TPS akan ditempatkan 1 polisi, sedang 2 polisi.

"Untuk kategori rawan setiap TPS akan ditempatkan 3 Polisi," ujarnya.

Kapolres menyampaikan, dalam pelaksanaan pilkades nantinya personil akan melaksanakan pengamanan dan patroli.

"Untuk tugas pengamanan 70 persen, dan 30 persen melaksanakan patroli," Ujarnya.

Menurut Eka Yekti, ratusan personil Polri ini sengaja dikerahkan khusus untuk menjaga keamanan, khususnya pada saat pelaksanaan pemungutan suara Pilkades berlangsung. Oleh karena itu, masing-masing personil diminta untuk waspada dan dapat memastikan bahwa Pilkades di wilayah hukum Polres Lumajang berjalan dengan aman, tertib dan lancar.

“Maksimalkan dan pastikan Pilkades serentak di wilayah hukum Polres Lumajang dapat berjalan dengan aman, tertib dan lancar. Untuk itu saya menghimbau dan mengajak kepada masyarakat untuk bersama-sama menjaga kondusifitas Pilkades serentak 2021 di Kabupaten Lumajang,” pintanya.

Selain persoalan pengamanan Pilkades, Kapolres mengimbau personelnya untuk bisa mencegah terjadinya atau timbulnya klaster covid-19 baru selama proses demokrasi itu berlangsung.

“Pelaksanaan protokol kesehatan juga harus bisa diterapkan dalam Pilkades mendatang. Ini tantangan kita, dan ini tugas kita. Semuanya, harus berjalan aman. Baik itu pengamanan Pilkada dan penerapan protokol kesehatan,” pungkasnya. (Imam)

https://picasion.com/