Anak-anak Korban Erupsi Gunung Semeru Dapat Trauma Healing


Lumajang, (DOC)-
Anak-anak korban erupsi Gunung Semeru di Posko Pengungsian Desa Penanggal, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang mendapat trauma healing dari Rumah Pintar Juanda Cendikia Surabaya TNI AL, bekerja sama dengan Dinas Kearsipan dan Perpustakaan. Rabu (22/12/2021).

Kegiatan trauma healing dilaksanakan di Tenda Pembelajaran. Anak-anak  tersebut terlihat sehat dan ceria.

Ketua rumah pintar Juanda Cendekia Surabaya Marsudi mengatakan, Kedatangan tim dari rumah pintar juanda Cendekia surabaya TNI AL bersama Disapur Lumajang adalah untuk memotivasi sekaligus menghibur dan membuat anak2 senantiasa gembira dan tersenyum," ujarnya.

"Permainan yang kita berikan terutama adalah ke masa lalu, seperti permainan permainan tradisional, klompen, tarik tambang, ada juga gelembung balon, dan dan pemberian bingkisan," ujarnya.

Selain itu, Lanjut Marsudi, dalam kegiatan trauma healing memberikan dongeng dan motivasi untuk anak-anak agar tetap semangat.

"kita berikan permainan-permainan yang sifatnya disitu membentuk kebersamaan. Jadi permainan tradisional sekaligus disitu akan tercipta dibenak anak-anak itu sesuatu yang kerjasama yang tinggi dan kebersamaan," ujarnya




"Terpenting di kegiatan ini anak-anak kita akan terhibur mereka akan senang, bisa menghibur, kesedihan mereka sedikit bisa terlupakan," imbuh Marzuki.

Marsudi menjelaskan, tujuan kegiatan ini yang jelas pertama untuk menghibur, kemudian yang kedua ingin ikut merasakan kedukaan anak-anak korban erupsi Gunung Semeru.

"Ketiga ini adalah kehadiran Rumah Pintar Juanda Cendikia Surabaya bersama Disaprus Lumajang kita mengharapkan anak-anak semeru tetap tersenyum," jelasnya.

Sementara Kepala Sekolah Burani mengatakan, bencana alam erupsi Semeru membuat anak-anak mengalami trauma berat. Apalagi desanya sudah tertimbun material vulkanik Gunung Semeru.

"Harapan saya mudah-mudahan anak saya yang ada disini terhibur dalam kegiatan yang diadakan oleh TNI AL surabaya ini,"harapnya.

Sementara itu, Chindy Vionariska Pustakawan Perpustakaan Umum Daerah Kabupaten Lumajang mengatakan bahwa disarpus merencanakan kegiatan trauma healing di beberapa desa yang terdampak erupsi semeru.

"Dalam kegiatan tersebut kami bekerja sama dengan komunitas pendongeng, pegiat literasi,  lembaga perpustakaan serta instansi  lain baik yang ada di Kabupaten Lumajang ataupun di luar kota Lumajang," tuturnya.

Cindy berharap, melalui kegiatan psikososial trauma healing yang dilaksanakan Disarpus Lumajang ini dapat memberikan manfaat serta membuktikan bahwa perpustakaan pun mampu melakukan hal-hal yang mungkin dianggap sulit dilakukan oleh perpustakaan.

"Pemberian trauma healing merupakan upaya penanganan pasca bencana. Itu penting untuk dilakukan agar ke depan korban terdampak bencana tetap tenang menghadapi kengerian saat bencana terjadi,” katanya. (Imam)

https://picasion.com/