-->

Iklan

https://picasion.com/

Polres Lumajang Amankan 11 Satwa di Lindungi

, Rabu, November 17, 2021 WIB
https://picasion.com/


Lumajang, (DOC)
-Polres Lumajang mengungkap kasus kepemilikan sebelas satwa liar dilindungi.

Belasan satwa dilindungi tersebut ditemukan di rumah seorang berinisial TN di Dusun Krajan, Desa Mlawang, Kecamatan Klakah, Kabupaten Lumajang, Selasa (16/11/2021) sekitar pukul 16.00 WIB.

Kasus ini terungkap setelah pihak kepolisian menerima laporan dari masyarakat adanya seorang warga menyimpan hewan yang di curigai adalh satwa liar atau satwa langka.

"Setelah mendapatkan laporan dari warga polisi langsung melakukan penyelidikan dan ternyata benar dirumah M memelihara hewan yang dilindungi," Ujar Kapolres Lumajang AKBP Eka Yekti Hananto Seno, ketika menggelar konferensi pers di Loby Mapolres Lumajang, Rabu (17/11/2021).

Hewan tersebut ditemukan polisi sudah berada di dalam sangkar. Namun saat dilakukan interogasi kepada M, bahwa hewan tersebut milik tersangka TN.

Dalam penggerebekan itu, polisi berhasil mengamnkan 7 burung rangkong julang emas, anakan, 3 musang binturong, dewasa, dan 1 burung tiong emas (beo) dewasa.

"Dirumah tersebut tidak menemukan seorang yang diduga tersangka TN. Saat TN masih dalam pengejaran polisi, sementara kita tetapkan Daftar pencarian orang (DPO)," ungkap Eka Yekti.

Atas pengungkapan itu, pihaknya langsung berkoordinasi dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Probolinggo.

"Kami langsung berkoordinasi dengan BKSD Probolinggo untuk melihat satwa langka atau tidak," ujar Kapolres.

Dari pengakuan tersangka ini sudah 1 tahun memelihara hewan yang dilindungi.

"Kami masih mendalami dari mana asal usul satwa dilindungi ini. Apakah itu hasil berburu atau beli dari seseorang kita masih dalami," terangnya.

Atas perbuatannya tersangka melanggar Pelaku diancam Pasal 40 ayat (2) jo Pasal 21 ayat (2) huruf a sub Pasal 40 ayat (4) jo Pasal 21 ayat (2) huruf a UU RI No. 5 tahun 1990 tentang konservasi Sumberdaya Alam Hayati dan Ekosistemnya. Dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara.

Sementara itu Kepala Resort BKSD Probolinggo mengatakan, sementara hewan yang dilindungi dititipkan di Taman Safari Indonesia di Prigen Pasuruan karena mempunyai peralatan yang lengkap diantara dokter hewan, dan peralatan lainnya.

"Kami punya Tempat Transit di BKSDA cuman fasiltas masih kurang," ujarnya. (Imam)



Komentar

Tampilkan

Terkini