-->

Iklan

https://picasion.com/

Produksi Sabu, Pelaku Gunakan Metode Shake And Bake

, Sabtu, Oktober 23, 2021 WIB
https://picasion.com/


Lumajang, (DOC)-
Tim Labfor Polda Jatim melakukan olah TKP di lokasi tempat pembuatan sabu secara home industri di rumah tersangka GY warga Desa Wonogriyo, Kecamatan Tekung, Kabupaten Lumajang, Jumat (22/10/2021).

Dari olah TKP polisi menemukan sejumlah bahan kimia serta ada racikan yang diduga sabu.

Dari hasil olah TKP, tim Labfor Polda Jatim menyebutkan pertama kali di Provinsi Jawa Timur menemukan pembuatan sabu dengan metode shake and bake artinya kocok dan masak.

"Pelaku memproduksi sabu menggunakan metode shake and bake ini tergolong sangat berani, walaupun sebenarnya resikonya sangat tinggi," ungkap Kasubdit Narkoba Bidlabfor Polda Jatim, AKBP Imam Mukti.

Mukti menjelaskan, pelaku mencampur semua bahan yang diperlukan dalam pembuatan sabu pada satu wadah, kemudian dikocok.

"Metode shake and bake ini tidak kami jumpai di kasus lainnya, rata-rata pembuat sabu tidak menggunakan metode ini, karena sangat riskan, resikonya sangat berbahaya bisa menimbulkan ledakan akibat reaksi termokimia," tuturnya.

Lanjut Imam, jadi setelah bahan-bahan kimia dicampur dalam satu wadah kemudian dikocok dan selanjutnya tinggal proses pengkristalan untuk mendapatkan sabu.

Imam menerangkan, Bahan-bahan dalam pembuatan sabu ini, sudah banyak yang memenuhi unsur, seperti adanya aseton dan soda api. Namun untuk mengetahui kualitas dari hasil proses pembuatan sabu ini, pihaknya akan meneliti lebih dalam di laboratorium forensik Polda jatim.

“Dari pemeriksaan sementara, kami dapatkan sudah banyak bahan-bahan yang memenuhi unsur pembuatan sabu, sedang untuk menentukan kualitas sabu buatan pelaku belum bisa kita ketahui, sample akan kami bawa ke labfor dan akan kami dalami ini,” pungkasnya.(Imam)




Komentar

Tampilkan

Terkini