-->

Iklan

https://picasion.com/

Tiga Pelaku Pemalsu BBM diringkus Polres Lumajang

, Senin, September 20, 2021 WIB
https://picasion.com/


Lumajang, (DOC)-
Tiga orang yang diduga memalsukan bahan bakar minyak jenis Premium ditangkap Tim resmob dan Tim Penyidik Unit Tipidter Satreskrim Polres Lumajang, Jumat (17/9/2021).


Ketiga terduga pelaku berhasil diamankan diantaranya berinisial DH (36) warga Desa kabuaran kecamatan Kunir, MY (27)  warga Desa Pohsangit Kecamatan Kademangan Kota Probolinggo, dan YDA (20) warga Desa Sumber wetan Kecamatan Kedopok Kota Probolinggo.


"Ketiga pelaku ditangkap bersamaan di rumah tersangka DH, saat itu sedang melakukan pengoplosan dan pengiriman bahan mentah.," ujar Kasat Reskrim Polres Lumajang AKP Fajar Bangkit Utomo, saat di konfirmasi, Senin (20/9/2021).


Ketiga pelaku kata Fajar, memiliki peran yang berbeda, pelaku DH sebagai pengoplos bahan mentah dengan pewarna khusus yang berwarna kuning sehingga menyerupai BBM jenis premium. Sedangkan 2 pelaku lainnya yaitu MY dan YDA adalah pelaku berperan sebagai kurir pengantar bahan mentah kepada DH.


Tersangka DH saat diinterogasi penyidik mengaku bahwa bahan mentah didapat dari seseorang di Kota Probolinggo dengan harga Rp. 1.650.000,-per drum isi 200 liter.


"Untuk pewarna yang digunakan sebagai campuran dibeli oleh DH dari toko online seharga Rp. 129.000,- per botol," ujarnya.


Lebih lanjut, Fajar menjelaskan, tersangka membuat BBM palsu dibuat dengan cara mencampur atau mengoplos dengan komposisi 200 liter minyak mentah dicampur minyak pertalite sebanyak 35 liter dan ditambah 1 sendok makan pewarna warna kuning sehingga menyerupai BBM jenis Premium.


"Minyak palsu yang menyerupai BBM Jenis premium tersebut akan dipasarkan kepada masyarakat dengan kisaran harga Rp. 280.000,per 35 liter/ jurigen," ungkapnya.


Dari tangan pelaku, petugas berhasil mengamankan barang bukti diantaranya, 10 drum minyak mentah, 1 botol pewarna coloursea, selang warna hijau dengan panjang 3 meter, 1 botol bensin/premium hasil oplosan, dan 1 unit pick up grandmax Nopol N-8581-NI.


Atas perbuatanya ketiga pelaku ini akan dijerat dengan pasal 54 UURI nomor 22 tahun 2001 tentang minyak dan gas bumi, dengan ancaman hukuman penjara paling lama 6 tahun dan denda paling tinggi 60 miliar rupiah.


"BBM palsu yang menyerupai BBM jenis premium ini tidak memenuhi standar mutu yang ditetapkan pemerintah, jika dipakai bisa mengakibatkan kerusakan pada kendaraan atau mesin," pungkas Fajar.

Komentar

Tampilkan

Terkini