-->

Iklan

https://picasion.com/

Pasang Patung Orang-Orangan di Depan Rumah Warga, Ini Tanggapan Ketua PCNU

, Kamis, Juli 15, 2021 WIB
https://picasion.com/


Lumajang, (DOC)
-Banyaknya patung orang-orangan yang dipasang didepan rumah penduduk di Lumajang.

Menurut warga sekitar dengan harapan bisa menolak wabah penyakit seperti corona, pagebluk, ta’un.

Adanya patung orang-orangan di Kabupaten Lumajang langsung ditanggapi Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Lumajang, Muhamad Mas’ud S.ag, MA.

Ketua PCNU Lumajang Muhamad Mas’ud mengatakan, masyarakat ingin berikhtiar dalam bentuk ritual atau budaya maka orang-orang ini membuat patung-patungan semacam itu dalam rangka ingin mengakhiri pandemi ini taun itu.

"Saya melihat ini bagian dari doa. maksudnya masyarakat ini  maksudnya itu ingin berdoa. Doa itu ada doa (dengan perbuatan) dan doa … (yang dipanjatkan dengan lisan. Lah ini mereka maksudnya berdoa. Tapi berdoa ini dalam islam tidak boleh menyalai syareat. Ini penting," terangnya.

Mas’ud menjelaskan, Membuat patung-patungan.Yakni patung itu dalam islam ini ada aturan tidak boleh orang ini membuat bentuk ciptaan Allah yang serupa dengan ciptaan Allah yang ada nyawanya. Jadi buat patung, kalau patung itu  sempurna, sekiranya ada roh nya makhluk itu bisa hidup, dalam islam orang ini akan dituntut di akherat kelak untuk membuat roh untuk yang dia buat sendiri. Ini konsekuensinya begitu.

"Kalau patungnya itu tidak sempurna artinya sekiranya ada rohnya makhluk  itu tidak akan hidup, maka tidak berkonsekuensi dalam hukum itu. Kan banyak orang di sawah membuat patung-patungan untuk mengusir burung, kan patung2 itu bukan patung hidup seperti manusia-manusia utuh, untuk menakut-nakuti semacam itu," ujarnya.

Lanjutnya, jangan sampai ritual yang ada ini menyerupai dengan agama lain. Contoh agama hindu, mereka ini membuat ogoh-ogoh Kemudian orang islam ini tidak serta merta boleh untuk melakukan ritual yang sama.

Untuk Yang ketiga terkait akidah. Jangan sampai orang ini memiliki keyakinan bahwa yang mampu mengusir tounyang punya kekuatan adalah boneka itu. Ini artinya ada kekuatan di luar kekuatannya Allah..

"Ini yang merusak akidah. Ini yang tidak boleh. Itu artinya ada unsur kesyirikan. Karena meyakini ada kekuatan lain di luar kekuatan Allah," terang Muhamad Mas’ud S.ag, MA.

Pihaknya berharap, silahkan masyarakat untuk berdoa, pertama tidak menyalahi syareat, yang kedua apapun ritual budaya yang kita lakukan tetap konsisten menjaga protokol, artinya jangan sampai melakukan ritual atau budaya apalagi masyarakat tapi protokol kesehatan diabaikan.

"Jadi prokes tetap kita gunakan kemudian ikhtiar batin dan rohani ini juga sangat-sangat perlu kita upayakan juga berjalan bersama," pungkas Muhamad Mas’ud.

Sementara pantauan D-onenews di Dusun Biting, Desa Kuterenon, Kecamatan Sukodono terlihat di depan rumah warga ada patung orang-orangan tersebut ada yang mengenakan jarit plus penutup kepala dan kerudung.

Patung jenis perempuan menggunakan kerudung, baju wanita, sedangkan patung jenis kelamin laki-laki mengenakan kopiah dan baju. Ada juga yang patung yang mengenakan hem dan celana panjang.(Imam)

Menurut cerita dari mulut ke mulut di dusun Biting, beberapa terakhir ini menjelang malam, ada orang yang ketuk-ketuk pintu rumah warga, namun setelah dilihat tidak orang di luar.(Imam)

Komentar

Tampilkan

Terkini