-->

Iklan

https://picasion.com/

Tak Terima Dinasehati, Seorang Pria Nekat Bacok Korban

, Senin, Juni 07, 2021 WIB
https://picasion.com/


Lumajang, (DOC)-
Seorang pria warga Pasirian berinisial Eko (31) berurusan dengan polisi. Ia ditangkap karena membacok korban M (39) warga Desa Madurejo, Kecamatan Pasirian menggunakan sebilah clurit

Tersangka tak terima saat dinasehati untuk tidak melakukan pemalakan terhadap warga.

Paur Subbag Humas Polres Lumajang Ipda Andrias Shinta mengatakan, peristiwa terjadi di rumah pelaku  pada Minggu 21 Februari 2021 sekitar pukul 00.15 WIB.

"Korban mengalami luka bacok pada bagian leher sebelah kiri, dan jari tangan kanan,"  ujar Shinta, Senin (7/6/2021).

Ia mengatakan, peristiwa bermula korban ini mendatangi rumah pelaku untuk memberikan nasehat jangan melakukan pemalakan atau pemerasan namun pelaku tidak terima dinasehati lalu membacok korban.

"Tak terima dinasehati, pelaku mengambil clurit dibelakang rumahnya lalu membacok korban," ujarnya.

Korban yang mengalami luka bacok di tolong warga untuk dibawa ke RSUD Pasirian.

"Saat ini korban menjalani perawatan di RSUD Pasirian," kata Shinta.

Usai melakukan aksinya tersangka langsung melarikan diri. Beberapa bulan kemudian tersangka berhasil diamankan oleh Satreskrim Polres Lumajang di rumah orang tuanya di Desa Penanggal, Kecamatan Candipuro.

"Tersangka dan barang bukti clurit diamankan ke Mapolres Lumajang," terang Shinta.

Lanjut dia, saat diinterogasi oleh petugs tersangka mengakui perbuatannya setelah melakukan penganiayaan terhadap korban.

Bahkan, saat dilakukan pengembangan tersangka pernah melakukan pemalakan di dua tempat kejadian perkara.

"Tersangka ini pernah melakukan pemalakan untuk meminta uang toko bangunan di Pronojiwo, dan toko di Desa Bades, Kecamatan Pasirian," terangnya.

Shinta menerangkan, dalam menjalankan aksinya tersangka melakukan pemalakan terhadap pemilik toko mengaku sebagai preman yang bertanggung jawab keamanan wilayah Pronojiwo dan Pasirian.   

"Tersangka dipersangkakan dengan Pasal 351 ayat 2 KUHPidana, dengan ancaman penjara maksimal lima  tahun," pungkasnya. (Imam)

Komentar

Tampilkan

Terkini