-->

Iklan

https://picasion.com/

Satreskrim Polres Lumajang Ringkus Pelaku Curanmor dan Penadah

, Jumat, Mei 21, 2021 WIB
https://picasion.com/



Lumajang, (DOC)-
Satreskrim Polres Lumajang berhasil meringkus pelaku pencurian sepeda motor (curanmor). Selain berhasil menangkap curanmor, polisi juga berhasil membekuk penadahnya.

4 orang pelaku berhasil diamankan masing-masing berisial EE (29) warga Desa Gedangmas, Kecamatan Randuangung, S (27) dan Y warga Desa Kedungmoro, Kecamatan Kunir, serta R (41) Desa Kalipenggung, Kecamatan Randuagung adalah seorang penadah hasil curian.

Kasat Reskrim Polres Lumajang AKP Fajar Bangkit Sutomo melalui Paur Subbag Humas Polres Lumajang Ipda Andrias Shinta mengatakan, penangkapan terhadap 4 tersangka berawal dari laporan korban yang kehilangan sepeda motor di di pinggir jalan raya Sumbersuko, pada Senin 18 Januari 2021.

"Berdasarkan laporan tersebut, Petugas melakukan penyelidikan dan berhasil menangkap tersangka saat berada di rumahnya masing-masing," ujar Shinta.

Namun dari ketiga tersangka berhasil ditangkap, salah satu tersangka berinisal S melakukan perlawanan terhadap petugas.

"karena melawan petugas akhirnya diberikan tindakan terukur mengenai kakiknya," ungkapnya.

Tersangka berhasil diamankan ini ada yang merupakan residivis curanomor, dan begal.

"Tersangka S adalah pelaku utama dan merupakan residivis begal dan pernah menjalani proses hukuman 1 kali, dan EE Residivis curanmor pernah menjalanai proses hukuman 3 kali," Kata Shinta,

Ia menjelaskan, modus dilakukan tersangka mengambil sepeda motor milik korban yang sedang dipakir di seberang jalan Sumbersuko dengan cara merusak kunci sepeda motor dengan menggunakan kunci leter T.

"Setelah berhasil mencuri sepeda motor, ketiga pelaku menjual sepeda motor ke penadah dengan harga Rp 600 ribu," ujar Ipda Andrias Shinta.

Dari tangan tersangka Polisi, berhasil mengamankan barang bukti 5 sepeda motor dengan berbagai macam tipe.

"Kami juga mengamankan sepeda motor honda beat warna asli biru di ganti dengan motif kartun doraemon sebagai sarana untuk melakuka tindak pidana, dan 3 kunci leter T," imbuhnya.

Saat dilakukan interogasi ketiga tersangka mengakui pernah melakukan pencurian di sejumlah tempat.

"Dari pengakuan tersangka melakukan tindak pidana pencurian di Sumbersuko, Grati, Klampok Arum, dan Tekung ," jelas Ipda Andrias Shinta.


Komentar

Tampilkan

Terkini