Iklan

Pelaku Pencuri 140 Decroll Milik PT PSW Diringkus Polisi


Lumajang,(DOC)
-Kasus pencurian 140 Buah Decroll milik PT. Purim Sejahtera Wood II (PSW) di Desa Kudus, Kecamatan Klakah berhasil diringkus Petugas Polsek Klakah di back up Resmob Polres Lumajang.

Lima pelaku berhasil diamankan Polisi 4 diantaranya merupakan karyawan PT PSW, sedangkan satu pelaku merupakan penedah.

Paur Subbag Humas Polres Lumajang Ipda Andrias Shinta menjelaskan, Kasus pencurian 140 buah Decroll milik PT Purim Sejahtera Wood II terjadi pada Senin 19 April 2021 sekitar pukul 04.00 WIB.

"Atas kejadian tersebut korban langsung melaporkan ke Poslek Klakah," ujarnya.

Setelah mendapatkan laporan dari korban, Unit Reskrim Polsek Klakah bersama Unit Resmob Polres Lumajang melakukan penyelidikan hingga akhirnya berhasil pada sabtu (24/4/2021) sekitar pukul 18.00 WIB mengamankan 4 pelaku pencuri, dan 1 orang penadah hasil curian.

Kelima pelaku diantaranya, berinisial M (50) warga Desa Kudus, Kecamatan Klakah, AF (20) warga Ranuwurung, Kecamatan Randuagung, H (30) warga Desa Ledok Tempuro, Kecamatan Randuagung, dan A (32) warga Desa Sruni, Kecamatan Klakah.

Selain itu, polisi juga  mengamankan seorang penadah hasil curian berinisial S (50) warga Desa Ledoktempuro, Kecamatan Randuagung.

"Kelima pelaku pencurian ditangkap petugas polisi tanpa melakukan perlawanan," ungkap Ipda Andrias Shinta.

Lebih lanjut, ia menjelaskan, kelima pelaku pencurian merupakan karyawan PT PSW mengambil 140 buah Decroll dari gudang.

Setelah mengambil barang hasil curian tersebut lalu diangkut dengan menggunakan mobil Pick up untuk dijual ke penadah.

"Kemudian 140 decroll tersebut di jual ke penadah berinisila S," ujar Ipda Andrias Shinta.

Menurutnya, yang menjadi otak pelaku pencurian di Gudang PT. Purim Sejahtera Wood II adalah M yang tak lain adalah karyawanya.

"Motif pelaku nekat melakukan pencurian decroll karena faktor ekonomi," terang Shinta.

Sementara barang bukti berhasil diamankan 140 buah Decroll, dan 1 mobil mobil Pick up, Nopol DK 8013 FL yang digunakan pelaku menjalankan aksinya.

Hingga saat ini polisi masih memburu salah satu pelaku yang belum tertangkap.

"Satu orang pelaku pelaku belum tertangkap, saat ini kami masih melakukan pengejaran," pungkas Ipda Andrias Shinta.






Posting Komentar

0 Komentar