-->

Iklan

https://picasion.com/

Satresnarkoba Polres Lumajang Amankan 10 Ribu Butir Pil Logo Y

, Rabu, Maret 24, 2021 WIB
https://picasion.com/

Pil Koplo

Lumajang, (DOC)
-Satresnarkoba Polres Lumajang berhasil mengamankan 10 ribu butir pil logo Y.

10 butir pil logo Y diamankan dari tangan tersangka LH (25) warga Desa Selok Awar-Awar, Kecamatan Pasirian, Kabupaten Lumajang yang tak lain adalah pengedar pil koplo.

Kasat Resnarkoba Polres Lumajang AKP Ernowo melalui Paur Subbag Humas Polres Lumajang Ipda Andreas Shinta mengatakan, polisi awalnya mendapatkan informasi bahwa ada pengiriman sebuah paket mencurigakan melalui jasa pengiriman yang ditujukan sesuai nama yang di pesan di Desa Selok Awar-Awar, Kecamatan Pasirian.

"Dimana dalam kemasan paket tertera tulisan bahwa paket tersebut berisi pakan ayam," Ujar Shinta.

Setelah mendapatkan informasi itulah, petugas melakukan koordinasi dan pengecekan dengan pihak jasa pengiriman paket ternyata benar bahwa paket tersebut berisi pil logo Y.

"Setelah melakukan koordinasi dan pengencekan dengan jasa pengiriman, kemudian paket diduga pil koplo ini diantar oleh petugas kurir ke alamat tujuan," terang Ipda Andreas Shinta.

Selanjutnya paket tersebut diterima oleh pelaku dirumahnya. Tidak lama kemudian petugas datang kerumah tersangka dan melakukan penangkapan terhadap tersangka LH.

"Petugas langsung membuka paket disaksikan oleh saksi, setelah itu paket dibuka oleh petugas ditemukan berisi 10 kaleng berisi 1000 butir pil putih logo Y," terang Ipda Andreas Shinta.

Barang bukti berhasil diamankan dari tangan tersangka 1 (buah kotak kardus yg dililit lakban warna hitam yang didalamnya berisi 10 kaleng plastik warna putih masing-masing berisi 1000 butir pil warna putih logo 'Y', dan uang tunai Rp 250 ribu.

"Untuk jumlah total keseluruhan pil warna putih logo 'Y' sebanyak 10.000 ribu," imbuhnya.

Saat diinterogasi petugas, tersangka mengaku barang haram tersebut pesan dari Medan melalui via telpon.

"Tersangka sudah tiga kali pesan antara 1 sampai 2 botol, yang terakhir ini yang lebih banyak," pungkas Ipda Andreas Shinta.

Akibat perbuatannya, tersangka dijerat dengan Pasal 197 atau Pasal 196 UU RI Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan dengan ancaman 15 tahun penjara.





Komentar

Tampilkan

Terkini