Polisi Ringkus Pelaku Pencurian Sapi Beraksi 13 TKP


Lumajang,  (DOC)
- Residivis pencurian sapi meresahkan warga Lumajang berhasik diringkus petugas gabungan Tim Resmob Polres Lumajang bersama Reskrim Polsek Kedungjajang.

Mereka adalah Suhur (36) dan Sahlan (39) keduanya warga Desa Curah Petung, Kecamatan Kedungjajang,  serta Agus Wahyu Utono warga Desa Madurejo,  Kecamatan Pasirian merupakan perangkat Desa Madurejo. 

Ketiganya dihadiahi timah panas oleh petugas gabungan karena melakukan perlawanan saat ditangkap. 

Kapolres Lumajang AKBP Eka Yekti Hananto Seno melalui Paur Subbag Humas Ipda Andreas Shinta menjelaskan,  Berdasarkan hasil penyelidikan Polisi mendapat informasi bahwa tersangka Sahlan tengah berada dirumahnya 

Kemudian petugas melakukan penangkapan terhadap Sahlan saat tengah berada di rumahnya. Namun saat dilakukan penangkapan tersangka Sahlan melakukan perlawanan terhadap petugas.

"Karena melakukan melawan saat ditangkap, petugas memberikan tindakan tegas terukur," ujarnya. 

Saat dilakukan interogasi tersangka, bahwa tersangka Suhur berada dirumahnya. 

Tidak lama kemudian tersangka berhasil menangkap tersangka Suhur dirumahnya.

"Saat upaya melakukan penangkapan tersangka Suhur melakukan perlawanan terhadap petugas untuk mencoba melarikan diri sehingga di lakukan tindakan tegas terukur," jelas Shinta. 

Kemudian petugas memintai keterangan tersangka Suhur mengakui melakukan tindak pidana pencurian Hewan Sapi bersama sama dengan inisial D dan di bantu serta di kawal oleh Agus Wahyu Utomo Sekdes Desa Madurejo Kec. Pasirian, Kab. Lumajang.

Setelah mendapatkan keterangan dari tersangka Suhur, kemudian petugas melakukan penangkapan terhadap Agus saat berada dirumahnya.

"Saat dilakukakan upaya penangkapan Agus melakukan perlawanan terhadap petugas sehingga di lakukan tindakan tegas terukur," Tegas Ipda Andreas Shinta. 

Sementara tersangka berhasil diamankan ada tiga orang,  dua orang berinisial D dan I masih dalam pengejaran petugas.

"Dua pelaku lainnya yang identitasnya sudah diketahui, masih dalam pengejaran petugas kepolisian. Mereka kabur," terangnya. 

Dalam aksinya para pelaku pencurian hewan mempunyai peran berbeda. Tersangka Sahlan sebagai pengawal tersangka Suhar saat akan mengambil Sapi Hasil Curian, 

"Kemudian mengambil uang Hasil curian dari tersangka berinisial K merupakan penadah yang sudah vonis 3 bulan dan menjalani hukuman," jelas Ipda Andreas Shinta. 

Sedangkan Suhar ini sebagai driver pengangkut sapi hasil curian di 14 TKP kemudian menjualkan hasil kejahatan ke tersangka H yakni penadah hasil curian.

"Untuk Agus sebagai pengawal tersangka Suhur saat membawa sapi hasil curian, dan sebagai petunjuk jalan saat masuk dan keluar TKP," ungkapnya. 

Untuk dua tersangka masih dalam pengejaran petugas juga mempunyai peran berbeda. 

"Untuk tersangka berinisial B berperan sebagai sebagai pelaku yang mengambil sapi di kandang, dan I sebagai otak pencurian sapi, memfasilitasi pelaku dengan kendaraan Truk untuk mengagkut dan menjual hasil pencurian sapi," imbuh Shinta. 

Saat dilakukan pengembangan tersangka sudah melakukan aksi pencurian sapi di 13 TKP.

"Modusnya pelaku masuk kedalam kandang dengan cara membuka pintu kandang yang terbuat dari bambu kemudian memotong tali tampar yang terikat pada sapi lalu pelaku membawa kabur sapi melalui pintu kandang semula," jelas Ipda Andreas Shinta. 

Sementara barang bukti berhasil diamankan yakni 1 ekor sapi jantan, simental, warna bulu merah putih, umur 1,5 tahun,  1 ekor sapi jantan, blasteran, warna bulu hitam, umur 17 bulan, dan 1 ekor sapi jantan, blasteran, warna bulu merah kuning, umur 8 bulan.

"Selain sepeda Motor Honda Beat sebagai alat sarana yang digunakan tersangka Agus, dan sepeda Motor Honda Vario alat sarana yang digunakan tersangka Suhur," pungkasnya.  (Mam) 





Posting Komentar

0 Komentar