Iklan

Bagaimana Cara Menghidupkan Waktu?, Simak Penjelasannya


Orang yang menghidupkan waktu adalah orang yang bisa istiqomah dalam setiap langkahnya dan tidak pernah lari dari kenyataan. Dalam arti ia akan selalu berusaha mencapai tujuan dengan tidak pernah membuang waktu untuk perkara yang sia sia. Hal inilah yang membuat ia mempunyai kuatnya kepahaman dan menghantarkannya kepada penjagaan dari keluarnya tujuan tersebut.

Barangsiapa mempunyai keteguhan sikap hingga mampu menjaga hak dan kewajibannya, maka akan menjadikannya tawakkal dan mempunyai kejelasan dalam hidupnya. Dan sesungguhnya ilmu dhohir itu tidak selalu membawa keselamatan, bila tidak mengimbanginya dengan  akhlaq. 

Sehingga berhati hatilah bagi orang yang banyak berbicara dan membanggakan ilmunya saja, tetapi tidak mengedepankan adab dan amaliah nyata.

Karena dalam setiap langkahnya ia akan cenderung melakukan kecerobohan dan pasti akan menuai akibatnya. 

Dalam Kitab Alala menyebutkan :

يَمُوْتُ الْفَتَى مِنْ عَثْرَةٍ مِنْ لِسَانِهِ * وَلَيْسَ يَمُوْتُ الْمَرْءُ مِنْ عَثْرَةِ الرِّجْلِ

Pemuda bisa mati karena tersilap lidahnya * namun ia tidak akan mati karena terpeleset kakinya.

فَعَثْرَتُهُ مِنْ فِيْهِ تَرْمِيْ بِرَأْسِهِ * وَعَثْرَتُهُ بِالرِّجْلِ تَبْرَى عَنِ الْمَهْلِ

Tersilap lidah bisa mengundang lemparan (batu) pada kepalanya * sedangkan terpeleset kaki perlahan-lahan akan sembuh.

Dan tidak akan pernah bisa bersatu pemahaman masing masing orang, kecuali dengan adanya guru yang mempersatukan kejelasan dalam argumentasinya. Karena orang yang bisa menjaga argumentasi dengan berlandaskan petunjuk guru, akan membawanya pada keyaqinan dalam setiap langkah meniti jalan hidupnya. 

Kyai Mushonif selalu memberikan bekal berupa beberapa kunci pedoman yang bisa menjaga dan membuka pikiran bagi mereka yang bertugas dakwah pada masyarakat. Sehingga dalam perjalanannya mereka bisa berdakwah dengan maximal dan mendatangkan kemanfatan untuk sesama . Ayoeb

Sumber : Kitab Balaghoh PonPes Khomsani Nur.

Posting Komentar

0 Komentar