-->

Iklan

https://picasion.com/

Pengertian Ikhlash, Ini Penjelasannya!

, Selasa, Desember 22, 2020 WIB
https://picasion.com/


Dalam QS. Al Bayyinah ayat 5 menjelaskan tentang orang orang yang ikhlash atau mempunyai kebersihan/kemurnian dalam niat ibadahnya. 

وَمَآ اُمِرُوْٓا اِلَّا لِيَعْبُدُوا اللّٰهَ مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنَ ەۙ حُنَفَاۤءَ وَيُقِيْمُوا الصَّلٰوةَ وَيُؤْتُوا الزَّكٰوةَ وَذٰلِكَ دِيْنُ الْقَيِّمَةِۗ

Artinya :

Padahal mereka hanya diperintah menyembah Allah dengan ikhlas menaati-Nya semata-mata karena (menjalankan) agama, dan juga agar melaksanakan salat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus (benar).

Yang mana kebersihan niat itu bisa menolong seseorang untuk menggapai kesenangan dalam ibadah. Karena dengan niat hanya karena Allah maka ia tidak akan kecewa dan juga dapat mewujudkannya dengan berbagi kebaikan dalam kehidupan sehari hari. 

Jika kebaikan amal tersebut telah mendarah daging dalam pribadinya, pastinya gejolak nafsu yang ingin  mengantarkan kepada kerusakan dapat terkendalikan. Oleh sebab itu janganlah beribadah karena ingin dipuji atau keinginan duniawi, karena dapat menjadikan penghalang menuju keridhoan Allah. 

Orang yang ikhlash pada setiap ibadahnya tidak mempunyai kepentingan pribadi, sehingga dapat mewujudkan kesenangan dalam beribadah. Puncaknya ialah ia akan selalu bersyukur atas semua pemberian Allah dan dapat menghantarkannya menjadi teladan bagi orang lain. 

Adapun caranya ialah harus selalu memposisikan menjadi hamba Allah, dengan selalu memenuhi kewajiban kepadaNya. Sehingga ia selalu bersungguh sungguh untuk berbuat kemanfaatan bagi orang lain, yang dengan sendirinya Allah pasti akan mencukupi kebutuhannya. 

Sesuai dengan Hadits Nabi Muhammad SAW : 

إنما تنصر هذه الأمة بضعيفها بدعوتهم وصلاتهم وإخلاصهم.

Artinya :

Sesungguhnya Allah menolong ummat ini hanyalah karena orang orang miskinnya. Karena Doa mereka, Sholat mereka dan keikhlasan mereka HR An Nasai (3178). 

Jadi barang siapa selalu melakukan pembenahan diri pada sisi kelalaiannya dengan menyadari kekurangan ibadahnya. Maka orang tersebut harus mengetahui tata krama kepada Allah dan juga berusaha untuk selalu machabbah (cinta) kepada Allah dan RosulNya.

Semoga kita semua termasuk golongan orang orang yang ikhlash dan senantiasa bermanfaat untuk sesama. Amin. (Ayoeb)

Sumber : Kitab Balaghoh PonPes Khomsani Nur.

Komentar

Tampilkan

Terkini