-->

Iklan

https://picasion.com/

Arti Ikhlash yang Sesungguhnya, Begini Penjelasannya !

, Kamis, Desember 31, 2020 WIB
https://picasion.com/


"Ikhlas itu menegakkan kewenangan Allah dan bukan menuntut kewajibanNya.", Itu adalah Maqolah Guru kami Syekh Achmad. Maksudnya ialah seorang yang ikhlash haruslah bisa menjelaskan kewenanganNya Allah dan tidak pernah menuntut apapun kepadaNya. 

Gambaran seorang yang ikhlash ialah orang yang ibadah karena machabbah (cinta) kepada Allah dan RosulNya. Golongan inilah yang bisa menjelaskan bahwa ibadah itu niatnya untuk memuji kepadaNya tanpa ada kepentingan pribadi. Dan karena semua adalah kewenangan Allah, dalam arti Allah sudah menentukan Qodho dan Qodarnya manusia, maka manusia tinggal menjalani prosesnya.

Sehingga tidak pantaslah seseorang yang  ikhlash menuntut kewajibannya Allah. Dalam arti dalam ibadah selalu menuntut Allah untuk memenuhi keinginannya. Tanpa hambanya meminta pun Allah sudah banyak memberi kepadanya dan Allah lebih mengetahui yang terbaik bagi hambanya. 

Oleh sebab itu dalam ibadah janganlah selalu menuntut, karena berarti belum ikhlash dalam melakukannya. Juga bila ibadah karena menuruti nafsu pribadi pasti tidak akan langgeng, karena bila tidak terwujud maka akan kecewa dan meninggalkan ibadah. 

Hadits Nabi Muhammad SAW. 

عَنْ أَبِيْ مُحَمَّدٍ عَبْدِ اللهِ بِنِ عمْرِو بْنِ العَاصِ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم : “لاَيُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى يَكُونَ هَواهُ تَبَعَاً لِمَا جِئْتُ بِهِ” حَدِيْثٌ حَسَنٌ صَحِيْحٌ رَوَيْنَاهُ فِي كِتَابِ الحُجَّةِ بِإِسْنَادٍ صَحِيْحٍ.

“Dari Abu Muhammad Abdullah  bin Amr bin Al Ash Radhiyallahu ‘Anhuma, ia berkata: ”Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: ”Tidaklah sempurna keimanan salah seorang diantara kalian hingga hawa nafsunya mau mengikuti apa yang aku bawa.” (Hadits Hasan Shahih, kami telah meriwayatkannya dari kitab Al Hujjah dengan sanad shahih) 

Bagi seorang kekasih yang ikhlash karena machabbah kepadaNya, baginya selalu bersama Allah dan RosulNya adalah kenikmatan yang tertinggi. Mereka tidak mengharap apapun yang sifatnya hanya sementara dan bisa melalaikan kepadaNya. 

Serta juga hamba yang ikhlash itu baik dalam keadaan susah dan senang tetap memuji kepadaNya dan malu untuk untuk berharap selain kepadaNya. Golongan seperti inilah yang merupakan golongan yang terbaik dan sangat sedikit sekali hamba Allah yang ikhlash seperti ini. 

Semoga kita semua termasuk golongan orang orang yang ikhlash dan mempunyai machabbah, sehingga selalu bisa bersama Allah dan Rosulullah selamanya. Amin. (Ayoeb)

Komentar

Tampilkan

Terkini