2 Cara Menuju Akhlaq Mulia, Simak Penjelasannya


Kejelasan memperkuat nilai nilai akhlaq itu selalu berkaitan dengan keteladanan Rosulullah dan juga mampu menjaga nilai keadilan. 

Dalam arti seseorang harus bisa mencontoh teladan Rosulullah yang memang tugasnya adalah menyempurnakan akhlaq.  

Sesuai dengan Hadits Nabi Muhammad SAW. 

إِنَّمَا بُعِثْتُ لِأُتَمِّمَ مكارم الْأَخْلَاقِ

Artinya:

“Sesungguhnya aku (Rasulullah ﷺ) diutus hanya untuk menyempurnakan kemuliaan akhlaq.”

Ini juga terlihat ketika Rosulullah sukses dalam dakwahnya yang mengedepankan cinta dan kasih sayang yang merupakan wujud nyata rohmat bagi semesta alam.

Dalil QS Al Anbiya' ayat 107.

وَمَآ اَرْسَلْنٰكَ اِلَّا رَحْمَةً لِّلْعٰلَمِيْنَ

Dan Kami tidak mengutus engkau (Muhammad) melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi seluruh alam.

Adapun menjaga keadilan itu menuntut dan menempatkan manusia sama pada hukum, seperti yang telah Rasulullah SAW banyak membuktikannya. Beliau tidak pernah membedakan dalam pergaulan, selalu menghormati siapa saja walaupun ia dari golongan kaya atau miskin serta muslim maupun non muslim.

Itu semua wajib kita teladani melaui bimbingan guru, agar dapat menjadi pribadi yang berakhlaq mulia. 

Sedangkan bagi seorang yang tidak mengikuti petunjuk guru maka ia akan terjebak dengan angannya sendiri. Sehingga tidak akan mendapatkan kebahagiaan yang nyata yaitu selalu bersama dengan guru yang membimbingnya. Kecuali bila ia dapat menebus kesalahannya dan menjaga kemuliaan dengan senantiasa mengikuti guru yang dapat membimbingnya mencapai akhlaq mulia.

Oleh karena itu petunjuk dari guru yang bisa menerangkan antara haq dan batil jangan sampai kita melanggarnya. Karena sesungguhnya guru yang alim dan mempunyai hati yang ikhlas adalah orang yang bersungguh sungguh dalam mengantarkan murid mencapai tujuannya.

Sehingga bila seseorang  mempunyai akhlaq mulia karena bimbingan gurunya, maka tidak akan ada pemisah antara ia dengan TuhanNya. 

Oleh sebab itu dalam melangkah kita harus mempunyai guru dan mengikuti pedoman ulama terdahulu. Dengan harapan ilmu yang kita dapatkan menjadi bekal untuk mengamalkannya pada daerah daerah yang membutuhkan terutama  berkaitan dengan teladan akhlaq mulia. Ayoeb.

Sumber : Kitab Balaghoh PonPes Khomsani Nur.

Posting Komentar

0 Komentar