Polisi Ringkus Modus Penipuan Penyaluran Bantuan Covid-19

Ketiga tersangka modus penipuan


Lumajang,(DOC)
-Modus memberikan Menyalurkan bantuan sosial bagi warga terdampak Pandemi Covid 19 di Lumajang diringkus Tim Kuro Satreskrim Polres Lumajang.

Ketiga tersangka berhasil diamankan adalah Moch Ridho'i (36) dan Sujono (38) asal Kelurahan Sidotopo Wetan, Kecamatan Kenjeran, Kota Surabaya, serta salah satu penadah Muhammad Faisol (38) warga Kelurahan Rogotrunan, Kabupaten Lumajang.

Terungkapnya tersangka ini berkat tas milik salah satu tersangka ketinggalan dirumah korban, hingga Tim Kuro Satreskrim Polres Lumajang melakukan penyelidikan.

Tim Kuro Sat Reskrim Polres Lumajang, di back up Unit Reskrim Polsek Kenjeran Polrestabes Surabaya akhirmya berhasil menangkap tersangka.

Kasat Reskrim Polres Lumajang AKP Masykur menjelaskan, dalam aksinya kedua orang tersangka datang kerumah korban berpura - pura sebagai orang yang hendak menyalurkan bantuan sosial bagi warga yang terdampak Pandemi Covid 19.

Tersangka kemudian memperkenalkan diri kepada korban sebagai tim penyalur dana bantuan sosial tunai (BST).

"Kemudian korban yang diprospek oleh pelaku ditawari dana BST Covid-19. Setelah korban percaya, tersangka minta foto korban dengan melepas perhiasan yang dikenakan dengan alasan kalau pakai perhiasan tidak dapat BST," kata Masykur, Rabu (4/11/2020).

Dalam aksinya tersangka membagi tugas, satu tersangka terus mengecoh perhatian korban agar tidak fokus pada perhiasan.

"Pada saat korban lengah salah satu tersangka membawa kabur perhiasan mas," ujar AKP Masykur.

Aksi tersangka terbongkar setelah para pelaku ini melakukan aksinya kepada seorang wanita paruh baya warga Desa Sumberjati, Kecamatan Tempeh, Lumajang.

Usai melakukan aksi membawa perhiasan milik korban tas salah satu diantara tersangka tertinggal dirumah korban.

"Suatu kejahatan pasti akan meninggalkan satu kelemahan. Jadi tas pelaku ketinggalan di rumah korban, dari situ kami punya petunjuk untuk melakukan  penyelidikan," terang Kasat Reskrim.

Para tersangka mengaku melakukan sejak bulan Agustus lalu. Setidaknya sudah ada 6 korban yang berhasil dikelabui oleh modus para tersangka sebagai penyalur dana BST.

Lantaran emas-emas tersebut tidak memiliki surat, kedua tersangka menjual perhiasan kepada seorang penadah bernama Faisol sebagai penadah.

"Jadi setelah dapat emas dileburkan dijadikan satu lempengan logam mulia oleh penadah," imbuh Masykur.

Ia menambahkan, pihaknya mengklarfikasi bahwa satu pelaku ini secara live menyampaikan difitnah oleh seorang anggotta polisi yang ada di Surabaya. Bahkan Moch Ridho'i akan menuntut pencemaran nama baik atas statement salah satu anggota polsek di Surabaya. Ini suatu upaya untuk mematahkan menutupi perbuatan pidananya

Saat diinterogasi tersangka Moch Ridho'i merasa tidak pernah difitnah.

Barang bukti berhasil diamankan polisi 1 tas selempang, 1 buah HP merk Vivo digunakan tersangka untuk mefoto korban. Dan 1 buah ID Card Metro Soerya, 1 buah ID Card surat Tugas Metro Soerya.

Akibat perbuatan tersebut, para tersangka disangkakan melanggar Pasal 363 ayat (1) Ke-4 KUHP Jo Pasal 64 ayat (1) KUHP tentang pencurian yang dilakukan secara bersekutu, dengan hukuman maksimal 7 tahun penjara.(Imam)

Posting Komentar

0 Komentar