Iklan

NU NTB Cetak 1.500 Kader Militan Melalui PKPNU


Lombok Tengah
(DOC) - Tak kurang dari 750 Alumni Pendidikan Kader Penggerak Nahdlatul Ulama (PKPNU) Nusa Tenggara Barat mengadakan Silaturrahim Daerah (Silatda) Ke II di Pondok Pesantren Sirajul Huda Paok Dandak Desa Durian Kecamatan Janapria, Kabupaten Lombok Tengah (Loteng), Minggu (29/11/2020).

Sejumlah kader senior penggerak NU yang tampak hadir antara lain, Pimpinan Ponpes Manhalul Ma’arif Darek yang sekaligus sebagai Rois Syuriyah PCNU Lombok Tengah, TGH. Ma’rif Makmun Diranse. TGH. Habiburrahman Faishal Pimpinan Ponpes Manhalul Ulum, Praya, TGH. Muhammad Nur Ponpes Nurul Ulum Mertak Tombok dan Tgh. Wahab Mustahab pimpinan Ponpes Raudhatul Ulum Bunut Baok.

Tampak pula, TGH. Sabarudin Ponpes Nurul Qur’an Mertak Tombok, TGH. Abdullah Ponpes Sirajul Huda Paok Dandak, Alustadz Muhammad Wildan Arsyad Pimpinan Majelis Ratibul Haddad Balungadang, TGH. Asrorul Haq Ponpes Alhasanain Beraim dan TGH. Hasyim Rahmatullah Ponpes Riyadul Ulum Batu Jangkih, TGH. Supardi Ramli, M.H Ponpes Darul Atqia Embung duduk dan di hadiri politisi ulung Ketua DPC PDI Perjuangan Lombok Tengah yang sekarang sedang menjabat sebagai anggota legislatif DPRD Kab. Lombok Tengah yang juga sebagai kader angkatan pertama pada awal PKPNU di lakukan di Lombok Tengah Ust.Suhaimi, S.H., M.H atau sapaanya Gus Imi.


TGH. Abdullah dalam sambutannya menyampaikan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada keluarga besar NU karena Sirajul Huda di tempati sebagai tempat silaturrahim kader NU Se-Nusa Tenggara Barat.

“Kami sangat bangga bisa dipilih sebagai tempat silaturrahim ini, harapan kami, semoga ini akan menambah barokah di Ponpes ini sekaligus keberkahan untuk Warga Nahdliyyin di Janapria dan di Indonesia pada umumnya” Ungkapnya.

TGH. Abdullah menambahkan, dirinya sebagai Rois Syuriah MWC NU Janapria memohon bimbingan kepada para Masyaikh NU Loteng NU di Janapria semakin baik kedepan, sebab secara faktual warga NU di Kecamatan ini termasuk mayoritas hanya saja belum tergarap secara maksimal.

Sementara itu, TGH. Ma’rif Makmun Diranse dalam tausiyahnya menyampaikan, ada dua jenis Kader di Nahdlatul Ulama, pertama Kader Nahdlatul Ulama dan kedua Kader Penggerak Nahdlatul Ulama.

“Kalo kader NU ya semua warga NU dimanapun, tapi kader penggerak ini sangat beda karena sudah dibekali dengan amunisi untuk turun berjuang menggerakkan NU di bawah.” Ungkapnya.

Ditambahkannya, kader penggerak NU ini dalam praktiknya tidak hanya berfiqroh Nahdliyyah dan menjalankan Amaliyah Nahdliyyah, tetapi juga melakukan Gerakan (Haraqah) Nahdliyyah yang menjadi tulang punggung pergerakan Nahdlatul Ulama di bawah.

Saat ini kata Rois Syuriyah PCNU Lombok Tengah ini, kader penggerak NU yang sudah mendapatkan pelatihan tidak kurang dari 1500 orang Se-Nusa Tenggara Barat dan inilah yang terus bergerak menghidupkan MWC hingga ranting NU yang selama ini vacuum.

“Seharusnya pelatihan-pelatihan masih berjalan sampai hari ini, tapi saya terima laporan karena musibah Covid-19, beberapa pelatihan ditunda dulu.

Harapan kita nanti ada 1 juta kader PKPNU ini yang akan tersebar di Nusa Tenggara Barat dan bergerak untuk NU menuju 1 Abad” Ungkapnya.

Dalam Silatda ke II Kader Penggerak Nahdlatul Ulama ini para peserta menyepakati beberapa hal antara lain, membentuk koordinator dan kontak person PKPNU Se-Nusa Tenggara Barat.

Kemudian menegaskan agar semua kader aktif berdakwah baik secara konvensional maupun melalui media digital daring.

Hal lain yang disepakati para peserta adalah, memandatkan Pimpinan Ponpes Nurul ulum Mertak Tombok TGH. Muhammad Nur sebagai koordinator NTB-NTT dan akan melakukan koordinasi dengan seluruh kader penggerak NU hingga Flores Nusa Tenggara Timur(Nursim)

Posting Komentar

0 Komentar