Kisah Perjuangan Mahasiswa Sulawesi Menuntut Ilmu di IAIN Jember


Jember
(DOC) - Institut Agama Islam Negeri Jember atau IAIN Jember merupakan salah satu Perguruan Tinggi Agama Islam Negeri yang cukup terkenal pada kota Jember. 

Sama halnya dengan perguruan tinggi lainnya, Kampus IAIN Jember juga memiliki banyak sekali fasilitas yang mampu menunjang proses perkuliahan. Selain fasilitas ruangan yang lengkap, media yang digunakan dalam proses perkuliahan berbasis modern.

Selain itu pihak kampus juga menyediakan fasilitas beasiswa bagi mahasiswa berprestasi dan juga mahasiswa yang kurang mampu. Tidak hanya itu saja karena masih ada beberapa fasilitas lainnya seperti Pustaka, Layanan IT dan webmail.

Menariknya banyak juga mahasiswa yang berasal dari luar jawa yang menempuh studi pada Perguruan Tinggi Negeri ini. 

Zulkifli merupakan salah satu dari sekitar belasan orang yang pernah dan sedang menempuh studi pada kampus IAIN Jember. Tepatnya Zul panggilannya, adalah mahasiswa semester 7 fakultas Ushuludin Adab dan humaniora jurusan Ilmu Alquran dan tafsir.

Zul adalah asli anak Kabupaten Pinrang Provinsi Sulawesi Selatan, yang memulai studinya pada tahun 2017. Dan ia merupakan cucu dari Prof Dr. Mahyudin, MPd. I, salah satu guru besar pada IAIN Jember. 


Menurut Zul, Kakeknya inilah yang mendorongnya untuk meneruskan studinya selepas SMA di tanah Jawa, tepatnya pada kampus IAIN Jember. 

Dan tercatat sudah lebih dari 10 orang keluarga kakeknya yang pernah menempuh studi pada kampus ini. Kebanyakan dari mereka untuk biaya studi melalui beasiswa, sedangkan untuk biaya hidup dan tempat tinggal mereka, Prof Mahyudin yang menanggungnya. 

Pada awalnya Zul mendaftar online masuk IAIN Jember dan setelah lolos tes, ia tinggal pada Ma'had untuk memperdalam agama selama 1 tahun. Dan Kini Zul memutuskan tinggal pada rumah kakeknya hingga sekarang. 

Menurut Mawarid putra Prof Mahyudin. Ayahnya memang asli Sulawesi dan mempunyai cita cita mengangkat derajat keluarganya dengan mengajak mereka kuliah pada IAIN Jember. Karena kebanyakan pada daerah asal ayahnya, mayoritas keluarganya  adalah petani atau nelayan. 

Sehingga pada tahun 1990, ayahnya berinisiatif  menguliahkan keluarganya mulai dari adik, keponakan hingga cucu yang jumlahnya lebih dari 10 orang. Mereka semua menempuh studi pada kampus IAIN jember. 

Dan Alhamdulillah, mereka yang sudah lulus kuliah, bisa mengamalkan ilmunya pada daerah asal dan rata rata bekerja sebagai guru PNS di Sulawesi.

Tentu pada awalnya bagi Zul susah untuk beradaptasi karena kendala bahasa, tapi seiring waktu bisa teratasi. Bahkan kuliah terasa menyenangkan karena banyak pengalaman dan teman dari berbagai daerah yang membantunya pada masa kuliah ini. 

Zul berharap bisa mewujudkan keinginan kakeknya untuk bisa kuliah hingga pasca sarjana. Dan tentu saja mendapatkan ilmu yang bemanfaat untuk bisa mengamalkannya di daerah asalnya, yaitu kabupaten Pinrang Provinsi Sulawesi Selatan(Ayoeb Mahasiswa Pascasarjana Semester 3 IAIN Jember).

Posting Komentar

0 Komentar