Belajar Dari Kesalahan, Ini Penjelasannya!


Pada dasarnya kesalahan merupakan bagian dari sifat manusia. Ada Maqolah Ulama menyebutkan :

الانسان محل الخطا والنسيان.

Manusia adalah tempat kesalahan dan lupa.

Terlebih bagi orang yang tidak mampu menjaga lesan, baginya sebuah kesalahan akan menjadi alat pembenaran tentang nafsu pribadinya. Dan hal itu otomatis tercermin dalam perbuatan sehari hari, hingga seringkali kita terlalu sibuk dengan mengomentari perbuatan orang lain, hingga lupa dengan kesalahan kita sendiri.

Oleh sebab itu jika kita berbuat salah dengan orang lain, maka bersegeralah melakukan sedekah dengan harapan bisa menebus kesalahan yang kita buat. Yaitu dengan cara meminta maaf dan berbuat suatu kebaikan pada orang tersebut. Dari Abu Dzar Ra, Rosululloh saw bersabda bersabda:

اِتَّقِ اللَّهَ حَيْثُمَا كُنْتَ، وَأَتْبِعِ السَّيِّئَةَ الحَسَنَةَ تَمْحُهَا، وَخَالِقِ النَّاسَ بِخُلُقٍ حَسَنٍ

“Bertaqwa-lah kepada Alloh di mana saja engkau berada, dan ikutilah perbuatan buruk dengan perbuatan baik, niscaya perbuatan baik itu akan menghapuskannya, dan berakhlaklah dengan manusia dengan akhlak yang baik.”

(HR. Ahmad, Tirmidzi, Hakim, Baihaqi, Darimi, Bazar dan Abu Nu’aim dari Abu Dzar al-Ghifari).

Tetapi dalam melangkah kita jangan takut salah dan harus berani mengambil resiko, bila perlu berkorban untuk kebaikan orang lain. Yang mana bila kesalahan itu kita jadikan evaluasi dan segera ambil tindakan, maka akan menuntun pada jalan menuju kebenaran.

Keutamaan Menjaga Lisan

Dengan begitu maka usahakan dalam setiap langkah kita haruslah bisa berbuat baik kepada orang lain. Salah satunya dengan menjaga lisan kita untuk tidak menyakiti orang lain.

Karena ada sebuah maqolah/perkataan yaitu :

سلامة الإنسان في حفظ اللسان

yang berarti, “Keselamatan manusia itu terdapat pada ia menjaga lisannya”. Ini menandakan ketika seseorang mampu menjaga lisannya dari perkataan yang tidak baik, maka ia akan selamat baik dunia maupun di akhirat. Dan sebaliknya ketika seseorang tidak mampu menjaga lisannya dari perkataan yang tidak baik, maka ia tidak akan selamat, baik hidup di dunia maupun akhirat.

Pengembangan dari menjaga lisan adalah dengan cara berkata jujur. Sesungguhnya pada pokok sifat kejujuran terdapat sifat amanah dan pada pokok sifat fasik/kesalahan terdapat sifat khianat.

Maksudnya orang yang jujur pastinya dapat menjaga amanah (kepercayaan) dari Tuhan dan sesama manusia. Sedangkan dalam diri orang yang fasik / suka berbuat salah itu terdapat sifat khianat (ingkar janji).

Untuk itu marilah kita selalu menjaga sikap kita dalam pergaulan, sehingga semua orang bisa menerima keberadaan kita. Tentunya juga kita wujudkan dengan selalu mengikuti petunjuk guru yang mampu membimbing menuju kepada pertolongan Rosulullah SAW. (Atz) Sumber Kitab Balaghoh PonPes Khomsani Nur Klanting.

Posting Komentar

0 Komentar