Siapakah Orang Yang Baik Itu, Simak Penjelasannya!


Orang yang baik adalah orang yang mempunyai tujuan, tidak tahu itu benar atau salah yang menentukan adalah hasilnya. Itu adalah maqolah dari guru kami Syekh Achmad.

Maksudnya ialah dalam melangkah manusia harus mempunyai tujuan yang pasti. Contohnya seorang murid, dalam menuntut ilmu, ia harus selalu berpedoman pada tujuan, yaitu agar ilmunya bermanfaat. 

Walaupun kadang dalam perjalanan banyak sekali rintangan yang menghadang. Selama ia terus belajar dan patuh terhadap guru, maka sudah pasti akan berhasil. Dan ketika melaksanakan tugas dari guru, harus dengan sepenuh hati, karena yang bertanggung jawab dan yang bisa memberikan syafaat adalah gurunya tersebut. 

Atau juga seorang yang bekerja, tujuannya adalah memberikan nafkah untuk keluarganya. Maka walaupun banyak halangan dalam bekerja, maka ia akan tetap melaksanakan pekerjaan untuk memberi nafkah keluarganya. 

Oleh sebab itu jangan pernah berprasangka buruk dengan segala rintangan yang ada, karena bisa jadi itulah yang membuat kita sukses. Dan Allah selalu berprasangka baik kepada hambanya. 

Gambarannya adalah ketika malam hari kita  berada pada persawahan, atau pada tempat yang tinggi. Dan melihat dari jauh tampak gemerlap lampu kota yang begitu indah. Pada kenyataanya ketika datang ke tengah kota pada siang hari, akan tampak asli keadaanya. Sampah yang berserakan, banyak polusi udara dan terkadang lingkungan yang kumuh. 

Allah selalu mengingat kebaikan seorang hambanya, walaupun terkadang ia banyak dosa. Karena Allah Maha Pengampun dan mudah melupakan keburukan hambanya. 

Untuk itu sudah selayaknya kita juga berprsangka baik kepada Allah. Contoh Ketika ada hujan yang menunda acara kita, mari kita berpikir positif, barangkali kalau kita berangkat ada musibah disitu. 

Juga ketika Allah belum mengabulkan Doa kita, maka kita harus tetap berprasangka baik.

Dengan selalu berkeyaqinan bahwa Allah pasti memberikan hambanya yang paling baik. 

Sayyidina Ali memberikan gambaran tentang Doa. “Saya meminta sesuatu kepada Allah. Jika Allah mengabulkannya untuk saya maka saya gembira sekali saja. Namun, jika Allah tidak memberikannya kepada saya maka saya gembira sepuluh kali lipat. Sebab, yang pertama itu adalah pilihan saya, sedangkan yang kedua itu adalah pilihan Allah SWT", katanya. 

Jadi apapun rintangannya, selama kita berpegang pada tujuan, maka itulah tandanya kita akan berhasil. Dan semoga kerja keras kita dalam mencapai tujuan itu bisa bermanfaat untuk orang banyak. Amin. (Ayoeb).

Posting Komentar

0 Komentar