Workshop Pengelolaan Perpustakaan Sekolah Bagi Tenaga Perpustakaan SD

Gelar Workshop Calon Pustakawan

Lumajang,(DOC)
-Dinas Pendidikan Kabupaten Lumajang bersama Dinas Kearsipan dan Perpustakaan  menggelar Workshop Calon Pustakawan.

Pelatihan bagi guru dan tenaga Kependidikan SD Negeri/Swasta se-Kecamatan Lumajang dilaksanakan di SDN Tompokersan 02.

Kegiatan ini dilaksanakan selama 3 hari, mulai tanggal 15 sampai 17 September 2020. Kegiatan dibuka Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Lumajang Agus Salim dan Narasumber Pustakawan Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Lumajang Tutik Endriyani dan Malikha RW.

Dalam acara tersebut ada 34 peserta dari seluruh kepala sekolah dasar yang ada di kecamatan Lumajang dan yang menjadi peserta 1-2 orang dari masing-masing lembaga.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Lumajang Agus Salim dalam sambutannya mengatakan, kegiatan Workshop ini untuk memberikan motivasi sekolah agar mau mengelola perpustakaan yang ada di sekolah, menumbuhkan minat baca pada diri siswa, memberikan pemahaman pengetahuan dan konsep tentang pengelolaan perpustakaan bagi para guru-guru sekolah dasar.

"Memberikan kemampuan melaksanakan kegiatan teknis para guru untuk mengelola dan memanfaatkan perpustakaan sebagai sumber belajar. Tujuannya meningkatkan kemampuan guru dalam pemahaman kegiatan teknis pengelolaan perpustakaan," tuturnya.




Bagaimana tata kelola dengan perpustakaan, tentu ini harus diperhatikan. "Harus membawa ilmu yang baru dan harus mempresentasikan dengan segala hal yang dilakukan," imbuh Agus Salim.

Nanti pihaknya akan turun langsung memantau pelaksanaan hasil workshop perpustakaan. "saya bersama dengan KPP akan turun langsung tanpa dijadwal," katanya.

Sementara sambutan KPP Kecamatan Lumajang Drs. Hery Yulianto. M.pd menyampaikan, dengan Workshop Calon Pustakawan diharapkan dapat merawat perpustakaan lebih maksimal.

"Karena perpustakaan sebagai sumber ilmu utama. Diharapkan dengan workshop ini teman-teman bisa mengelola perpustakaan, ada atau tidak ada perpustakaannya," tuturnya.

Sementara itu, Sutinah Kepala Sekolah SDN Tompokersan 2 mengatakan, tujuan diselenggarakan workshop ini karena guru di SD tidak ada tenaga khusus (pustakawan) yang menangani perpustakaan, sehingga guru dapat menjadi pengelola perpustakaan bahkan dapat menjadi fungsional pustakawan melalui program inpassing pustakawan.  

"Dengan program Workshop ini guru bisa menangani perpustakaan dengan baik," ujarnya.

Sutinah berharap dengan adanya perpustakaan sekolah pelaksanaan peminjaman, pengembalian buku itu bisa lebih teratur dan  tertib bahkan program perpustakaan lebih berkembang dan meluas tidak hanya layanan sirkulasi.

"Sehingga paling tidak anak-anak dalam meminjam buku setiap hari, petugas perpustakaan tidak mengalami kendala," tuturnya.

Sedangkan menurut Pengawas Kecamatan Lumajang, Ibu Kun Mariyati karena tuntutan dari sekolah harus punya pustakawan karena peningkatan kualitas, "jadi wajib ada pustakawan untuk mengelola perpustakaan terkait dengan proses pembelajaran di kelas, jadi kebutuhan siswa dan guru dapat terakomodasi dengan adanya pustakawan."

Ketika ditanya terkait ada aturan baku tentang perpustakaan sekolah. Misalnya Undang Undang RI Nomer 43 Tahun 2007 tentang Perpustakaan dan Standar Nasional Perpustakaan Sekolah terutama tingkat SD, "Saya belum mengetahui sama sekali. Diharapkan dapat lebih memahami peraturan tersebut dengan adanya Workshop Calon Pustakawan bagaimana cara pengelolaan perpustakaan sekolah sesuai standar dan peraturan baku," terangnya.

Dengan adanya workshop pustakawan ini kami dapat melakukan MOU dengan lembaga Perpustakaan Umum Daerah. Terutama jangka panjang untuk persiapan akreditasi perpustakaan sehingga diharapkan nanti ada perwakilan dari Kecamatan Lumajang untuk mengikuti akreditasi perpustakaan," pungkasnya. (Cdy/mam)

Posting Komentar

0 Komentar