Santri dan Alumni Pesantren di Jember Butuhkan Perhatian Bupati Terpilih Nanti...?


Jember (DOC)
- Sejarah mencatat bahwa ulama’ dan santri juga memiliki peran yang sangat besar dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Untuk mengenang jasa tersebut, perlu memberikan apresiasi kepada kaum santri saat ini. Sebagai generasi penerus para pejuang, untuk mempertahankan kemerdekaan dan keutuhan NKRI yang telah diperjuangkan oleh para Ulama’ dan Santri terdahulu. 

Kenyataannya, ulama’ dan santri hanya dijadikan tunggangan politik tanpa memberikan timbal balik terhadap pesantren dan alumni yang bersifat jangka panjang. Buktinya ketika mendekati pilkada, sebut saja ketika mendekati Pemilihan Bupati Jember saat ini, hampir setiap pasangan calon mendekati para ulama’. Mereka menggunakan kostum ala santri dalam beberapa kegiatan kampanye mereka. Parahnya lagi, ada tim sukses dari pasangan calon tertentu mengklaim bahwa ulama’ atau Kyai yang didatanginya (calon bupati) adalah pendukungnya.

Padahal secara kelembagaan maupun personal, Kyai tersebut tidak menentukan sikap maupun dukungannya terhadap calon bupati tersebut. Namun setelah bupati terpilih dan menjalankan tugasnya, tidak ada yang menitik beratkan terhadap peningkatan kualitas dan kuantitas pesantren yang bersifat jangka panjang.

Peran alumni pesantren hanya dibutuhkan ketika pra pemilu dan masa kampanye untuk mengusung pasangan calon dalam memenangkan suara pemilu. Namun setelah hal tersebut tercapai, para alumni tidak diberikan ruang khusus dan bahkan suaranya pun tidak didengarkan. 

Setidaknya calon yang menggunakan jasa Kyai, pesantren dan Alumni memberikan timbal balik bersifat jangka panjang kepada mereka sebagai rasa terima kasih. Mengingat daerah Jember terdapat banyak pesantren, kami para alumni pesantren mempertanyakan program-program calon bupati saat ini. Adakah program mereka yang mengarah pada upaya dan dukungan dalam peningkatan kualitas santri dan kuantitas pesantren?. Jika tidak ada, perlu kiranya untuk menyusun dan membuat program peningkatan kualitas santri dan kuantitas pesantren yang bersifat kontinyuitas.

Dan benar-benar hal tersebut terbukti dan terlaksana ketika menjabat sebagai pemimpin daerah atau bupati, agar tidak omong doang. 

Selain itu, berilah peluang terhadap alumni pesantren yang ingin membuka usaha. Dengan memberikan bimbingan dan pelatihan secara gratis, bahkan memberikan bantuan modal awal. Dari dua program tersebut akan terlihat perhatian bupati terhadap santri, pesantren dan alumni pesantren (Muchlisin).

Posting Komentar

0 Komentar