Iskandar Pas Dompu, Seember Nasi Bersama Bupati Dompu Demi Bendungan Daha


Dompu
(DOC) - Kekeringan yang menimpa wilayah Kecamatan Hu'u, Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat beberapa tahun belakangan ini, telah mendorong masyarakat setempat untuk meminta kepada pemerintah, agar segera dibuatkan bendungan untuk menjawab ketersedian air bagi pertanian. 

Semua stakeholder sudah melakukan indentifikasi lokasi yang menjadi tempat pembuatan bendungan yang akan dibangun di bagian timur Desa Daha, Kecamatan Hu'u, Kabupaten Dompu Nusa Tenggara Barat. Lokasi ini dianggap representatif, karena menghubungkan beberapa sungai dan sumber mata air dari arah pegunungan. Sebagian masyarakat menyepakati bendungan yang nantinya akan dibangun diberi nama Bendungan Daha, dengan alasan lokasinya ada di desa Daha. 

Apa pun namanya, bagi masyarakat Kecamatan Hu'u, keberadaan bendungan sangatlah diharapkan.  Mengingat ratusan hektar lahan tidak bisa digarap, karena minimnya persediaan air untuk kebutuhan pertanian. Jangankan untuk lahan lahan pertanian, untuk kebutuhan rumah tangga saja, masyarakat mulai kelabakan untuk mendapatkan air bersih. Beberapa sumur ikut mengering, pasokan air dari program pipalisasi juga belum mampu menjawab kebutuhan masyarakat. Beberapa tahun belakangan ini, musim tanam hanya menunggu hujan turun. Sehingga dikhawatirkan masyarakat akan semakin kesulitan untuk mendapatkan air bersih di masa mendatang. Jika bendungan ini segera terwujud dibangun, maka akan diperkirakan mampu mengairi delapan desa sekaligus. Mulai dari dari Desa Adu, Desa Cempi Jaya, Desa Sawe, Desa Jala, Desa Rasabou, Desa Marada, Desa Hu'u, terlebih Desa Daha yang menjadi titik lokasi pembangunan bendungan Daha. 

Fadli, Kepala Desa Daha menuturkan bahwa, pembangunan bendungan ini merupakan harapan seluruh masyarakat kecamatan Hu'u. Mengingat kebutuhan akan air ini merupakan hal yang sangatlah urgen dan mendesak. Dengan  demikian, harapannya agar pemerintah kabupaten terlebih provinsi maupun pusat agar kiranya bisa membantu masyarakat setempat. 

"Semoga para pengambil kebijakan, agar sesegera mungkin merespon keinginan masyarakat kecamatan Hu'u" Ucapnya penuh harap.

Lebih lanjut, Fadli menuturkan  bahwa pada umumnya masyarakat  hanya bisa menanam sekali setahun. Namun, mudah-mudahan nanti dengan adanya bendungan Daha ini, petani kecamatan Hu'u  bisa menanam 3 kali setahun. 

Harapan serta keinginan masyarakat agar bendungan Daha segera dibangun ternyata mendapat sambutan yang baik dari bupati Dompu H. Bambang M. Yasin dan anggota DPRD Iskandar, S. Pd dari fraksi PKS. Hari ini, Sabtu, 5 September 2020, H. Bambang Yasin dan Iskandar, S. Pd dengan rombongan dari kabupaten, camat setempat dan kepala desa serta puluhan masyarakat menyambangi tempat yang rencananya akan bangun bendungan Daha. 

Kunjungan ini merupakan pra sosialisasi dari pemerintah kabupaten untuk melakukan pengecekan langsung lokasi pembangunan bendungan Daha. Selain itu, bupati juga ingin mendengar langsung keluhan serta alasan masyarakat, terkait keinginan mereka terhadap pentingnya pembangunan bendungan. Hal yang sama juga diharapkan oleh Iskandar, selaku anggota dewan, bahwa sinergisitas antara masyarakat dengan pemerintah tentu harus dibangun dengan baik. Terlebih menyangkut air yang sangat vital untuk kebutuhan masyarakat ini. 

Bahkan di lokasi. H. Bambang M. Yasin dan Iskandar, makan bersama dengan puluhan masyarakat yang ikut dalam rombongan. Dan untuk semaraknya acara, ada satu ekor kambing dan sembilan ekor ayam yang disembelih. Walau pun makan dengan kondisi yang sangat sederhana, namun demikian acara makan bersama ini berjalan dengan khidmat. Namun yang menarik, H. Bambang M. Yasin selaku bupati dan Iskandar selaku wakil rakyat makan seember bersama dengan warga yang hadir. Suatu pemandangan yang menarik, dan contoh yang baik dari seorang pemimpin dihadapan puluhan rakyatnya. 

Tentu harapan masyarakat kecamatan Hu'u, akan dibangunnya bendungan Daha ini segera terwujud. Agar ketersedian air bersih, baik untuk kebutuhan rumah tangga, terlebih untuk lahan pertanian tidak lagi menjadi persoalan bagi masyarakat setempat di masa mendatang. Sebab, jika semua lahan bisa ditanami karena ketersedian air yang cukup, tentu akan berimplikasi terhadap lahirnya masyarakat yang makmur dan sejahtera.

Posting Komentar

0 Komentar