Bersantai Bersama D'Mpera, Kepala Dinas Disbudpar Dalam Perjalanan Weekend


Dompu
(DOC) - Diakhir pekan, umumnya orang akan lebih banyak di rumah untuk bersama keluarga. Terlebih para pejabat yang sabang hari selalu berjibaku dengan pekerjaan kantoran yang selalu menyibukkan. Sehingga kadang waktu bersama keluarga, dimanfaatkan ketika hari libur saja. Terkecuali bagi sebagian orang yang bisa membuat jadwal khusus, kapan untuk pekerjaan dan kapan untuk keluarga. 

Namun pada akhir pekan kali ini, H. Khairul Insyan, SE. MM atau lebih familiar disapa D'Mpera, kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Dompu, mengajak saya bersama ketiga pegawainya yang lain, melakukan  perjalanan ke Kabupaten Bima dalam suatu acara, sekalian untuk refreshing. Awalnya saya merasa tersanjung diajak kepala dinas sekaliber D'Mpera. Pasalnya, saya bukan siapa-siapa di Disbudpar. Saya hanya pemuda yang hanya sibuk menarik ulur layar handphone untuk mencari dan mempublikasikan informasi di medsos. 

Melintasi jalan provinsi menuju Kabupaten tetangga, memang akan ramai di akhir pekan. Pasalnya, akan banyak orang akan mengunjungi tempat-tempat wisata terdekat untuk refreshing bersama keluarga. Namun naas bagi kami, di perjalanan, mobil yang kami tumpangi tersendat di beberapa titik karena macet oleh para pendukung salah satu pasangan calon yang maju di pemilihan kepala daerah setempat. Mereka tumpah ruah di jalan dengan membawa spanduk partai, sambil berjoget tanpa pernah menghiraukan para pengguna jalan yang lain. 

Namun kami bersyukur bisa melewati massa yang bejibung di beberapa titik perjalanan. Bahkan kami sampai di kota Bima, sebelum acara benar-benar di mulai. Setelah mengikuti beberapa rangkaian acara, kami pun meminta pamit pulang kepada keluarga yang memiliki hajatan. Dalam perjalanan pulang dan bertepatan dengan  langit sore dengan warna jingga di ufuk barat, kami sejenak singgah di tempat wisata pantai Lawata Kota Bima. Walaupun biaya masuk menurut saya cukup mahal untuk ukuran parkir satu mobil, kami pun tetap memutuskan untuk mencoba merasakan sensasi angin sore dan sunset pantai Lawata yang cukup eksotik. 

Berada di bibir pantai dengan pemandangan kota Bima dari kejauhan, menambah suasana pantai Lawata menjadi terlihat mempesona. Gemericik air laut yang membanting di tembok pembatas pantai, menjadi bagian yang membuat hati semakin adem dalam menikmati di akhir pekan. Kami memilih kafe Fix Laluna, selain karena tempatnya berada tepat di bibir pantai, juga menyediakan beberapa suguhan minuman yang sangat beragam. Di antara kami memilih minuman sesuai selera masing-masing. Saya sendiri bersama D'Mpera memilih minuman kopi bercampur susu. 

Sejenak sambil menikmati ujung hari, karena sesaat lagi malam akan menyapa, kami memilih topik yang ringan saja, sambil sesekali bergurau. Namun sesaat kemudian, seorang kenalan D'Mpera yang dulu pernah sama-sama beliau mengajar di salah satu perguruan tinggi swasta di Kabupaten Dompu yang baru pulang mengantar massa politiknya di Komisi Pemilihan Umum terdekat, ikut nimbrung bersama kami, jadilah pembicaraannya menjadi sedikit serius. 

Pengalaman politiknya dengan mengantar seseorang menjadi bupati di masa lalu dan analisisnya tentang peluang-peluang calon yang diusungnya kini, ditumpahkan semua di tempat itu. Awalnya saya hanya setia mendengarkan. Namun sesaat kemudian, saya mencoba sesekali melempar pertanyaan. Kawan itu, begitu bersemangat bercerita dan menjawab pertanyaan yang sempat saya ajukan. 

Kelihatannya D'Mpera begitu akrab dengan kawan itu. Dan ternyata dia tidak sendiri. Dia datang bersama rombongannya yang duduk tidak jauh dari tempat kami. Mereka juga menikmati suasana temaram senja, dengan musik akustik yang mulai dimainkan untuk menyambut gelapnya malam teluk Bima. 

Sesaat setelah malam mulai menyapa, dengan warna warni lampu di pinggir pantai Lawata yang mulai dinyalakan. Kami pun bergegas dan memutuskan kembali melanjutkan perjalanan. Mobil  kembali membelah jalan, dan beradu cepat dengan waktu yang tak bisa di kompromi. Tapi yang pasti, kami telah meninggalkan jejak dan secuil kenangan bersama, dalam temaram senja di pantai Lawata yang mempesona(Radent).

Posting Komentar

0 Komentar