Tata Krama Terhadap Ilmu.

Di dalam Kitab Tanbihul Muta'Allim disebutkan Tata Krama terhadap Ilmu ada 11 yaitu :

1.Bersungguh sungguh dalam menuntut Ilmu. 

Keberhasilan seorang murid tidak bisa diperoleh dengan tanpa jerih payah. Barang siapa  tidak mau merasakan pahit (hina) dalam belajar di waktu yang singkat, maka akan merasakan hinanya kebodohan selamanya. 

2.Mengerti apa yang disampaikan guru.

Seorang murid dituntut untuk mengerti bahasa dan makna ilmu yang disampaikan gurunya. Setelah itu harus menghafalkannya dengan sungguh sungguh, dengan begitu akan muncul kepahaman terhadap ilmu. Seseorang murid yang menulis dan mendengarkan guru, tapi tidak memahami ilmu, maka sia sia, karena tidak akan mendapatkan keberkahan ilmu. 

3.Sering bermusyawarah dengan guru.

Maksudnya jangan sampai jauh dari guru, karena hanya dengan sering bemusyawarah dengan guru, ilmu akan abadi. 

4. Menghafalkan secara bertahap. 

Dalam menghafalkan pelajaran, murid tidak boleh secara borongan atau tergesa gesa. Murid yang menghafal dengan tergesa gesa akan mengakibatkan hafalan mudah hilang dan membuang tenaga saja. 

5.Manajemen waktu dan tempat.

Dengan pengaturan waktu dan tempat yang baik, memudahkan seorang murid untuk menggapai sukses.Serta juga murid harus mampu melawan rasa malas dalam belajar.

6. Memperbanyak belajar dan hafalan di malam hari. Dikarenakan kunci keberhasilan Ulama Salaf adalah dengan banyak belajar dan menghafal diwaktu sepertiga malam terakhir. 

7. Tidak boleh berpindah pelajaran sebelum menguasai dan tidak meremehkan dalam menghafalkan pelajaran.

8.Tidak boleh malu dan sombong dalam belajar.

Maksudnya kewajiban murid adalah belajar sepanjang waktu.Bahkan kepada orang yang lebih muda dalam sisi nasab ataupun usianya, selama itu adalah guru, maka tetap wajib untuk belajar kepadanya. 

Karena ibarat ilmu adalah air, dimana akan mengalir dari tempat yang tinggi, ke tempat yang rendah.

Guru adalah sumber ilmu (hulu) yang akan mengalirkan ilmunya ke murid (hilir), tidak akan memperoleh ilmu, murid yang sombong (tinggi hati).

9.Niat menuntut ilmu dengan ikhlash. 

Dalam mencari ilmu, tidak boleh niatnya ingin mendapatkan dunia, seperti jabatan dan ingin dipuji manusia.Barang siapa yang niat mencari ilmu karena dunia, maka tidak akan pernah mendapatkan bau wangi surgawi.

10. Tidak boleh dalam mencari ilmu digunakan untuk debat kusir dan pamer serta untuk merendahkan orang lain. 

11. Harus langsung mengamalkan Ilmu yang telah didapat, terutama Ilmu Syariat dan Ilmu Tata Krama.

Zakat ( pembersih ) Ilmu adalah dengan mengamalkan ilmu dan juga menjadi sebab mudah hafalnya seorang murid.Dan bagi orang yang telah berhasil, wajib mengamalkan ilmunya walaupun satu ayat, dengan ikhlash karena Allah. 

Ayoeb Taufani Zaman. 

PonPes Khomsani Nur.

Posting Komentar

0 Komentar