Membentuk Pribadi yang Mulia, Ini Caranya

Dalam Kitab Tanbihul Muta'Allim karangan Syekh KH. Hasyim Asyari, disebutkan beberapa syarat untuk menjadi pribadi mulia yaitu :

1.Harus mempunyai akhlaq yang terpuji. 
Seseorang baik dari sisi ucapan maupun tindakan, haruslah mencerminkan tata krama yang luhur.
Hal ini bisa didapatkan melalui tiga tahapan yaitu :
A. Takholli yang artinya membersihkan tabiat tabiat yang buruk seperti takabbur (sombong), riya (ingin dipuji), hasud  maupun ujub ( membanggakan diri sendiri). 
B. Tachalli artinya berhias diri dengan tabiat yg baik, meliputi tawadhu' (rendah hati), ikhlash, bersyukur maupun ridho. 
C. Tajalli. 
Bila sudah mampu melakukan dua hal diatas, maka akan tampak akhlaq Rosul SAW pada pribadi orang tersebut. 

2.Makanan dan pakaian harus halal. 
Dalam arti seseorang harus menjaga makanan dan minuman serta pakaian yang terkait untuk ibadah, harus bersumber dari perkara halal. 
Ibarat induk ayam yang mengerami telur busuk, maka tidak akan pernah bisa menetas. Begitu pula orang yang rajin ibadah tapi sumbernya haram, maka ibadahnya tidak akan diterima. 

3.Menyedikitkan perkara yang mubah atau boleh, seperti tidur, makan, minum dan lain lain. 
Dikarenakan tidak ada kebaikan dalam berlebihan , juga tidak ada berlebihan dalam kebaikan. Maksudnya segala sesuatu harus cukup, sesuai porsinya masing masing. Contoh makan yang cukup akan membuat seseorang sehat, tapi bila berlebihan akan membahayakan kesehatannya. 

Imam Syafii berkata : "Tidak akan mendapatkan keberuntungan yang sempurna bagi pencari ilmu, ketika dalam mencari ilmu dengan bersenang senang dan kehidupan yang lapang. Maksudnya seseorang akan berhasil dalam mencari Ilmu bila ditempuh dengan jerih payah dan kegigihan dalam berusaha. 

Begitu pula dalam beribadah menurut manhaj tasawuf harus disertai dengan melawan hawa nafsu.Karena ketika seseorang bisa melawan hawa nafsunya  maka Allah akan meninggikan derajat orang tersebut.

Ayoeb Taufani Zaman. 
PonPes Khomsani Nur.

Posting Komentar

0 Komentar