Minim Akses Pendidikan, Ustadz Syam Berharap Pemkab Lumajang Beri Perhatian Pada Masyarakat Desa Sombo

Lumajang
(DOC) - PonPes Khomsani Nur sejak tahun 2010 telah menugaskan Ustadz Syamsudin untuk berdakwah di daerah Tengger, Desa Sombo, Kecamatan Gucialit, Kabupaten Lumajang.

Menurut Ustadz Syam panggilan akrab Ustadz Syamsudin, yang berhasil diwawancarai mengatakan bahwa tugas yang diberikan kepadanya yaitu berdakwah di Musholla Baitus Saalimin dan mendampingi umat di daerah Desa Sombo.

"Kamu harus mampu melebur dengan masyarakat sekitar dan mampu menjaga jamaah sholat 5 waktu, itu adalah pesan guru kami waktu pertama kali saya diterjunkan disana" Jelasnya. 

"Alhamdulillah seiring perjalanan waktu akhirnya banyak masyarakat yang peduli dan sangat mendukung terhadap perjuangan kami" Ujarnya.

Sampai saat ini jumlah murid yang mengaji di musholla ada 25 anak yang terdiri dari 10 laki dan 15 putri. Selain mengaji, kegiatan disana adalah rutinan sholawatan bapak-bapak tiap malam senin dan ibu-ibu tiap kamis sore dengan anggota masing-masing 60 orang" Tegasnya.

Kendala selama ini yang dialami para Ustadz adalah sulitnya pendidikan yang berkesinambungan, karena kebanyakan anak-anak disana ketika lulus SMP sudah dinikahkan.

Selain itu didaerah tersebut Sekolah Menengah Atas (SMA) atau Madrasah Aliyah (MA) sangat jauh sehingga setelah lulus SMP mereka enggan untuk melanjutkan ke jenjang SMA/MA.

"Saya berharap semoga Pemkab Lumajang dan Kementrian Agama Kabupaten Lumajang bisa lebih peduli terhadap pendidikan agama di Desa Sombo dengan membangun MA maupun diniyah sehingga nantinya dengan adanya MA dan diniyah diharapkan pendidikan agama di daerah ini bisa lebih maju dan berkesinambungan serta bisa mengikuti kurikulum dari Kemenag" Terang Ustadz PonPes Khomsani Nur wilayah Desa Sombo tersebut.

Jurnalis Warga: Ayoeb Taufani Zaman.

Posting Komentar

0 Komentar