Mendidik Anak Dalam Konsep Islam, Ini Penjelasannya

"Anak adalah kapal orangtua", begitulah dawuh guru kami Syekh Achmad.
Maksud dari dawuh beliau adalah keselamatan orangtua tergantung keselamatan anaknya. 

Seringkali kita jumpai ,bahwa banyak orangtua yang memanjakan anaknya dengan materi dan juga mengesampingkan pendidikan agamanya,sehingga banyak anak yang berani ke orangtuanya dan salah jalan. 

Bahkan ketika anak sudah dewasa dan sibuk dengan pekerjaannya, mereka seolah lupa dengan jasa kedua orangtuanya.

Sehingga ketika orangtua sakit dan membutuhkan perhatian anaknya, mereka beralasan sibuk kerja dan tidak menghiraukan orangtuanya. 

Belum lagi para orangtua banyak yang tidak menyadari bahwa kelak di akhirat mereka akan dihisab tentang anaknya.

Ketika orangtuanya ahli ibadah,tapi anaknya tersesat dan masuk neraka,maka anaknyalah yang akan menyeret kedua orangtuanya ke neraka. 

Tapi ketika orangtuanya biasa saja, tapi anaknya ahli Quran dan Sholawat, maka anaknya juga yang akan menolong kedua orangtuanya dan mengumpulkan mereka dengan golongan orang orang yang sholih.
 
Sesuai dengan Sabda Rosulullah Shollallahu ‘Alaihi wa Sallam.
“Sesungguhnya Allah Subhanahu Wa Ta’ala akan mengangkat derajat seorang hamba yang sholih di surga. Kelak ia akan berkata, ’’Wahai Rabbku, bagaimana hal ini bisa terjadi padaku?” Dijawab-Nya, “karena permohonan ampunan anakmu untukmu””
[HR Ibnu Majah dan Ahmad, dan dishahihkan Ibn Katsir.

maka dapat dipahami secara terbalik bahwa seorang hamba juga akan mendapatkan hasil yang tidak baik (di akhirat) karena lalai dalam memperhatikan dan mendidik anaknya. Maka berhati-hatilah, bahwa anak bisa menjadi pembatal orangtua masuk surga!

Untuk itu maka sejak anak usia dini kita berkewajiban mendidik anak untuk tahu hak dan kewajibannya sebagai seorang hamba yang selalu sujud kepada Allah dan juga mendasari anak dengan ilmu agama.

Sehingga mereka bisa menjadi anak yang berakhlaq mulia dan menjadi anak sholih, yang selalu mendoakan ke dua orangtuanya serta mampu mengangkat derajat kedua orangtuanya didunia maupun akhirat.

Jadi apalah arti harta yang banyak, tapi tidak bisa menyelamatkan anak,tapi cukuplah dengan membekali mereka dengan ilmu manfaat yang akan menjadi pembimbing disetiap langkahnya .Amin.

Ayoeb Taufani Zaman
PonPes Khomsani Nur.

Posting Komentar

0 Komentar