Belajar Sepanjang Waktu, Ini Penjelasannya

Hidup itu belajar, kalau sudah belajar akan hidup" adalah maqolah guru kami Syekh Achmad.
Maksudnya adalah kita harus mengisi hidup kita dengan selalu belajar, karena dengan belajar maka kita akan dapat bertahan hidup. 

اُطْلُبُوا العِلْمَ مِنَ المَهْدِ إِلى اللَّحْدِ

Artinya:
“Tuntutlah ilmu mulai dari ayunan hingga liang lahat".
Secara umum, hadis di atas menjelaskan tentang kewajiban untuk belajar sepanjang hidup (long life education).

Sehingga belajar itu tidak mengenal waktu dan tempat, kapan pun dan dimanapun seseorang tetap wajib untuk belajar . 

Adapun beberapa keutamaan belajar ialah :
1. Pengetahuan yang bertambah. 
Ilmu pengetahuan hanya akan didapat dan bertambah apabila seseorang terus belajar dan belajar.
Tanpa belajar kita tidak akan mendapatkan pengetahuan.

Sebagaimana Abdullah bin Mas’ud berkata:
“Seseorang tidaklah dilahirkan dalam keadaan berlimu (agama) karena sesungguhnya ilmu itu diperoleh dengan belajar.”

Serta menurut Imam Alghazali konsep ilmu ada dua yaitu al ilmu bittaa'llum ilmu dengan belajar .
Dan al ilmu bil khidmah ilmu itu bisa diperoleh dengan khidmah atau mengabdi .

2. Dapat memberikan bimbingan dunia dan akhirat. 
Ilmu yang diperoleh dari belajar kepada guru akan membimbing setiap langkah kita menuju ke kebaikan.
Pada dasarnya belajar itu mensyukuri nikmat akal dan menghilangkan kebodohan/kegelapan , Allah SWT berfirman dalam QS AlBaqoroh ayat 257.
الله ولي الذين امنو يخرجهم من الظلمات الي النور 
artinya :
Allah pelindung orang orang beriman , Dia yang mengeluarkan dari kegelapan (kebodohan dan kekafiran) kepada cahaya .

3.Memperoleh syafaat. 
Orang yang berilmu akan mendapatkan syafaat /pertolongan dari ilmu yang dipelajarinya. 
Seperti kisah Imam Sibawaih yang bisa selamat dari pertanyaan kubur karena Ilmunya.

Dikisahkan datanglah malaikat penjaga kubur dengan wajah yg seram seraya bertanya dengan nada keras.
Malaikat: man Robbuka?
Imam:  man nya itu man isim mausul/man isim syarat?.
Kalau man isim mausul harus punya shilah tapi kalau isim syarat harus ada jawab syaratnya.
Malaikat pun bingung dan akhirnya Imam Sibawaihi bisa selamat dari pertanyaan kubur. 

Adapun beberapa bahayanya bagi orang yang bodoh dan tidak mau belajar ialah : 
1.Tidak dapat membedakan haq dan bathil. 
Orang yang bodoh tidak bisa membedakan hal yang benar dan salah, akibat dari tidak adanya pengetahuan yang memadai. 
Sehingga cenderung melakukan segala sesuatu dengan tanpa dasar. 

2.Diremehkan syetan. 
Dalam kitab Alaala disebutkan, syetan lebih takut kepada orang alim satu yang menjauhi haram , daripada seribu orang ibadah yang bodoh. 
Disebabkan ibadahnya orang yang bodoh tidak memenuhi syarat dan tidak mendapatkan apa apa. 

3.Tersisih.
Di era modern saat ini, orang yang tidak mau belajar dengan sendirinya akan tersisih karena tidak mampu mengikuti perkembangan zaman. 

Semoga kita semua digolongkan oleh Allah, sebagai golongan orang orang yang berilmu. Amin. 

Ayoeb Taufani Zaman. 
MA KHOMSANI NUR.

Posting Komentar

0 Komentar