Mengambil Kayu Bakar, Merawat Tradisi Gotong Royong


Dompu
(DOC) - Kehidupan di pedesaan masih menjunjung tinggi semangat solidaritas dan gotong royong. Acara sunatan maupun pernikahan misalnya, masih mengandalkan kekompakan warga kampung dalam pelaksanaannya. 

Sebagaimana persiapan acara pernikahan yang dilaksanakan di Dusun Ruhu Ruma, Desa Rasabou, Kabupaten Dompu, Rabu (3/6/2020). Para pemuda setempat berbondong-bondong mengambil potongan kayu yang berserakan di ladang warga di kaki gunung desa tetangga. Dengan menggunakan mobil truk warga setempat, kayu yang diambil nantinya dipergunakan untuk memasak segala kebutuhan selama acara pernikahan.
 
Sebelum pengambil kayu bakar, malam sebelumnya warga kampung akan melaksanakan musyawarah bersama terlebih dahulu dengan melibatkan seluruh warga kampung di rumah hajatan. Dalam musyawarah tersebut, akan menentukan kesepakatan-kesepakatan bersama, baik mengenai kapan acara pernikahan dilangsungkan, sampai penentuan mengambil kayu bakar untuk kebutuhan  masak memasak. 

"rencana penetapan persiapan pernikahan salah satu rekan kami atau dalam bahasa Bima-Dompu-Nya Mbolo tua, dalam acara tersebut seperti biasa pada umumnya bahwa pengambilan kayu bakar esok pagi, kami pemuda pun merespon dengan baik dan selalu ikut andil dalam kegiatan" Ujar Ryanto selaku pemuda setempat. 

Semangat gotong  royong yang ditunjukkan masyarakat setempat, menunjukkan masih melekatnya nilai kekerabatan yang hidup di tengah-tengah masyarakat. Semangat ini masih nampak dalam berbagai kegiatan dan cara bersama yang dilaksanakan di kampung. 

"Kegiatan sosial seperti ini menurut saya pribadi, menghidupkan semangat gotong royong dan perlu kita budayakan dalam kehidupan bermasyarakat karena efeknya sangat positif" Terangnya. (Raden't)

Post a Comment

0 Comments