Maling Dihajar Massa di Pasirian Ternyata Residivis

Kapolres Lumajang melihat tersangka di RS. Bhayangkara
Lumajang,(DOC)-Hadi Sutikno (40) warga Kebondeli Utara, Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro Kabupaten Lumajang yang dihajar massa sampai babak belur ternyata residivis.

Bahkan tersangka ini sudah tiga kali masuk penjara dengan kasus pencurian dengan kekerasan (Curas).

"Tersangka bersama rekannya yang belum tertangkap yakni EP (30) merupakan residivis," ujar Kapolres Lumajang AKBP Adewira Negara Siregar usai melihat tersangka di Rumah Sakit Bhayangkara, Jumat (8/5/2020).

Bahkan tersangka Hadi Sutikno ini menjadi DPO perkara curas di wilayah, Kecamatan Pasrujambe.

"Saat ini anggota sudah melakukan pengejaran terhadap tersangka EP identitas sudah diketahui, semoga pelaku cepat tertangkap," Ujar Adewira.

Kapolres menambahkan, sebelumnya, tersangka Hadi Sutikno (40) dihajar massa usai kepergok mencongkel dan akan mengambil perhiasan di rumah korban Dewi Sholihati (40), warga Dusun Tabon, Desa Bades, Kecamatan Pasirian, Rabu (6/5/2020), dini hari sekitar pukul 00.30 WIB.

Pelaku warga Dusun Kebondeli Utara, Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro dalam melakukan aksinya tidak sendirian, namun bersama ED (30), warga Desa Selok Awar-awar, Kecamatan Pasirian untuk mengambil perhiasan emas milik korban.

"Saat diinterogasi pelaku mengaku hendak mengambil perhiasan emas milik korban sudah mematangkan dan melakukan survey kesasaran rumah korban sejak 3 hari lalu," terang AKBP Adewira Negara Siregar.

Ia menjelaskan, dalam menjalankan aksinya pelaku awalnya masuk kedalam rumah korban dengan cara menjebol pintu belakang/ dapur selanjutnya mau masuk keruang tengah.

Namun ada pintu teralis sehingga tidak bisa masuk, selanjutnya kedua pelaku keluar rumah dan masuk kedalam rumah korban lagi melalui depan dengan cara mencukit jendela rumah korban namun saat itu aksi kedua pelaku diketahui oleh saksi Heri (tetangga depan rumah korban red).

Kemudian warga melaporkan ke Polsek Pasirian dan warga lainnya dengan bertujuan bersama-sama untuk mengamankan pelaku.

Para warga menunggu pelaku yg masuk kedalam rumah didepan rumah korban, mengetahui ada warga didepan rumah korban, selanjutnya satu pelaku (Pendik) keluar rumah dan kabur ke arah sawah disamping rumah korban sedangkan satu pelaku (Sutik) dengan mengacungkan sebilah pisau kearah warga, namun saat pelaku tersebut berusaha kabur pelaku terjatuh dan ditangkap warga.

"Saat akan dilakukan pengembangan terhadap tersangka pelaku berusaha menyerang petugas selanjutnya petugas kepolisian melakukan upaya tegas terukur dengan melumpuhkan dengan timah panas yang di arahkan ke kaki tersangka," pungkas Adewira.(Mam)








Posting Komentar

0 Komentar