"Ngopi" Bersama Tia Handini Wakabid Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak DPD GPM NTB

Tadi siang Jurnalis D-onenewslumajang.com (YP), berkesempatan ‘Ngopi' (Ngobrol Pintar) terkait Peringatan Hari Perempuan Internasional bersama Wakil Ketua Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Dewan Pimpinan Daerah Gerakan Pemuda Marhaenis Nusa Tenggara Barat  (DPD GPM), Tia Handini di rumahnya. Obrolan kami seputar Perempuan Milenial. Obrolan kami tak terasa sekitar 45 menit. Berikut ini petikan wawancaranya :

YP : Mbak Tia semakin hari semakin semangat dalam berorganisasi?

TA: Alhamdulillah mas, saya memang semangat kalau beroganisasi apalagi berkaitan dengan pemberdayaan perempuan dan anak.

YP: Berbicara mengenai perjuangan perempuan menurut Mbak Tia apakah kesetaraan gender sangat penting?

TA: Kesetaraan gender menurut saya sangat penting untuk diterapkan dalam kehidupan sosial masyarakat, tidak hanya penting dari sisi moralitas, keadilan, tetapi juga sangat penting dan relevan dari sisi ekonomi agar tiap orang memperoleh perlakuan yang sama dan adil dalam masyarakat, tidak hanya dalam bidang politik, ditempat kerja, atau bidang yang terkait dengan kebijakan tertentu, untuk menghindari perdebatan mengenai jenis kelamin antara laki-laki maupun perempuan

YP: Sekarang ini apakah hak-hak perempuan sudah terpenuhi di negeri ini?

TA: Sejauh yang saya bisa lihat sampai sekarang, hak-hak untuk perempuan sekarang sudah mulai setara dengan laki-laki, walaupun masih ada beberapa yang belum sesuai, tetapi bisa dilihat saat ini dalam urusan pekerjaan baik di pemerintahan maupun swasta perempuan bisa menduduki jabatan penting atau posisi yang strategis. Kepemimpinan beberapa sudah bisa dipegang oleh perempuan, Itu karena mereka menganggap perempuan punya kesempatan dan kemampuan yang sama. Perempuan juga pintar, bertanggung jawab dan bisa melakukan tugas laki-laki.

YP: Saya melihat beberapa kasus diskriminasi terhadap perempuan masih terjadi, menurut Mbak Tia apa yang seharusnya dilakukan pemerintah?

TA: Memberikan perlindungan dan dukungan terhadap perempuan, dan mengupayakan hak-hak perempuan agar diakui kemampuan perempuan juga tidak kalah dengan laki-laki di dalam lingkungan sosial dan pekerjaan.

YP: Berbicara masalah TKI atau yang biasa kita sebut TKW ini mbak, TKW kan menyumbang Devisa negara. Tetapi sebegitu kerasnya, terhadap perempuan untuk pemenuhan kebutuhan keluarganya dengan kata lain perempuan menjadi tulang punggung keluarga.

TA: Menurut saya TKW sudah membuktikan bahwa merek juga mampu memberikan kontribusi seperti kaum laki-laki pada umumnya dengan menjadi pekerja di luar negeri, yang notabene dulu kebanyakan lelaki yang lebih berperan dalam hal tersebut. Tetapi itu menjadi kekhawatiran lagi untuk kita, karena belum tentu di negara lain juga memperhatikan tentang kesetaraan gender, maka dari itu saya lebih setuju jika para perempuan diberikan pelatihan keterampilah, untuk bisa menambah kemampuan mereka untuk bekerja di negeri sendiri dan meminimalisir terjadinya hal-hal yang dikhawatirkan.

YP: Di Era Revolusi Industri 4.0 ini harapan perempuan Milenial seperti Mbak Tia, perempuan harus seperti apa mbak?

TA: Perempuan Milenial itu harusnya bisa meneladani sosok Sarinah dimana perempuan itu harus cerdas, bisa menjadi leader dan dapat menginspirasi orang lain, tentunya agar perempuan dapat menjadi leader harus dilatih terlebih dahulu yaitu dimulai sejak dini, contohnya ketika duduk dibangku sekolah, kuliah perempuan harus ikut dalam kegiatan ekstrakurikuler, OSIS, UKM dan BEM sedangkan kalau mereka sudah terjun dimasyarakat mereka juga harus berproses diorganisasi kemasyarakatan, PKK dll. Sehingga nantinya mereka akan memiliki mental yang kuat dan bisa menjadi leader karena selama ini perempuan sudah ditempa di organisasi tersebut.

Posting Komentar

0 Komentar