Terbentuknya Masyarakat Sadar Hukum Diharapkan Mencegah Pelanggaran Hukum

Menggelar diskusi
 Lumajang,(DOC)-Pembangunan kesadaran hukum merupakan bagian dari pemberdayaan masyarakat yang dapat dimulai dari keluarga dan individu-individu yang tergabung dalam keluarga.

Untuk itulah belasan masyarakat yang tergabung dalam masyarakat Sadar Hukum, Kabupaten Lumajang menggelar Coffee Break di Photo Kopi, Jalan Suwandak Perempatan Lampu Merah P3, Jogoyudan Lumajang.

Acara tersebut tampak dihadiri Advokat, LBH, LSM, Notaris dan komunitas.

Koordinator Masyarakat sadar Hukum Abdul Rohim dalam sambutannya mengatakan, dengan terbentuknya masyarakat sadar hukum diharapkan mampu mencegah pelanggaran hukum yang menimbulkan keresahan bagi masyarakat.

"Mengajak masyarakat lebih sadar terhadap hukum di Lumajang. Kita mengharapkan diskusi – diskusi kecil menyikapi permasalahan-permasalahan yang muncul  yang menjadi perhatian publik," tuturnya.

Untuk melancarkan organisasi ini, maka masyarakat Sadar Hukum harus dibadan hukumkan dalam bentuk PT.

“Dengan tujuan, kedepannya PT. bisa membantu masyarakat yang membutuhkan bantuan hukum, membutuhkan jasa hukum, membutuhkan pemahaman hukum dan permasalahan permasalahan yang berkaitan dengan hukum," jelas Abdul Rohim.

Dalam pertemuan perdana membahas konsep organisasi/perusahaan yang bakal dibentuk. Selain itu diskusi-diskusi kecil dengan perkembangan perkara yang masuk di kepolisian.

“Tadi, setelah bicara legalitas organisasi, diskusi berkembang ke persoalan hukum yang lagi hangat di masyarakat, termasuk masalah laporan Basuki Rahmat (Unik) yang mulai samar-samar. Juga kasus laporan wartawan. “Dari diskusi yang mengalir ini harapannya Polres Lumajang  dapat bekerja secara profesional”, katanya.


Abdul Rohim menyampaikan, ada beberapa usulan nama pembuatan PT diantaranya adalah Sadar Hukum Arya Wiraraja, Sadar Hukum Lumajang Hebat, Masyarakat Sadar Hukum Lumajang, Masyarakat Sadar Hukum, PT. Semeru Hukum, PT. Eksotika Hukum Lumajang.

“Tadi, setelah bicara legalitas organisasi, diskusi berkembang ke persoalan hukum yang lagi hangat di masyarakat, termasuk masalah laporan Basuki Rahmat (Unik) yang mulai samar-samar. Juga kasus laporan wartawan. “Dari diskusi yang mengalir ini harapannya Polres Lumajang  dapat bekerja secara profesional”, katanya.

Soal nama pembuatan PT, Rochim, panggilan karibnya, menyampaikan, ada beberapa usulan nama. Beberapa di antaranya adalah Sadar Hukum Arya Wiraraja, Sadar Hukum Lumajang Hebat, Masyarakat Sadar Hukum Lumajang, Masyarakat Sadar Hukum, PT. Semeru Hukum, PT. Eksotika Hukum Lumajang.

“Nanti yang masuk dan disetujui oleh Menkum HAM itu yang kita pake. Yang terpenting, selain nama adalah kegiatan dan gerakan penyadaran dan kesadaran masyarakat terhadap hukum serta rasa keadilan," pungkasnya. (Mam)



Post a Comment

0 Comments