Dua Siswa Bocah Tenggelam di Galian Tambang Pasir, Kasat Reskrim Angkat Bicara

Kasat Reskrim Polres Lumajang Masykur
Lumajang,(DOC)-Kasus tewasnya dua bocah pelajar Sekolah Dasar yang tenggelam saat mandi sungai mujur tepatnya di aliran sungai galian tambang pasir di Desa Jatisari, Kecamatan Tempeh, Kasat Reskrim Polres Lumajang AKP Masykur angkat bicara.

Kasat Reskrim AKP Masykur, SH mengatakan, saat mendatangi lokasi kejadian tempat dua korban meninggal, disana merupakan tempat penambangan pasir yang mestinya tidak dibuat anak-anak yang masih berusia 8 tahun.

"Kejadian yang menewaskan dua bocah sangat disayangkan. Seharusnya orang tua melakukan pengawasan terhadap anaknya yang masih berusia 10 tahun, karena itu bukan tempat bermain anak-anak," terangnya.

Dilokasi kejadian tenggelamnya anak-anak dilihat kondisi sungai normal, tidak ada pasang, airnya surut.

"Di beberapa tempat lain di situ ada yang dangkal yang layak untuk anak-anak. Tetapi tetap berbahaya”, Imbuh AKP Masykur.

Disinggung terkait ada aktivitas kegiatan normalisasi, dikatakan Masykur, normalisasi sungai ditentukan luas dan kedalamannya. Normalisasi sungai itu ditentukan kedalamannya. Melihat volume luas atau lebar sungai. Normalisasi itu volume kedalamannya 15 meter.

"Pengeluaran material normalisasi itu harus ada IUPnya. Kalau itu baru 2 meter. Berarti belum maksimal. Tapi, namanya anak-anak tidak tahu itu bahaya. Maka dari itu, orang tua harus menjaga anak-anaknya," tutur Kasat Reskrim.

Atas kejadian tersebut, pihaknya akan bertindak secara objektif atas masalah ini tanpa melihat siapa pemilik ijin tambang yang telah memakan korban 2 anak tersebut, Dan koordinasi dengan pihak terkait lainnya, dalam hal ini Pemkab Lumajang. Ia mengaku tidak bisa melakukan sepihak terkait administrasi.

"Tapi yang jelas, kita sudah mendapatkan data awal dari pihak Polsek bahwa kegiatan itu sudah dilengkapi IUP. Hal hal lain sambil berjalan," tandasnya.

Untu itu, kepada masyarakat Ia berpesan agar orang tua tidak membiarkan anak anaknya bermain di tempat yang bukan tempat bermain.

Diberitakan sebelumnya, Aliran sungai bekas galian tambang pasir di Desa Jatisari, Kecamatan Tempeh menelawan korban. Dua pelajar sekolah dasar tewas tenggelam saat mandi di Sungai Mujur, Minggu (2/1/2020) siang.

Dua bocah merupakan Dusun Karang Tengah RT 009 RW 002 Desa Jatisari Kecamatan Tempeh. Kedua bocah yang tewas yakni Very Agustiar (10) dan Thorik (7). (Mam)





Post a Comment

0 Comments