Lecehkan Wartawan Memo Timur, Laporkan Bupati Ke Polisi

Wartawan Memo Timur didampingi pengacara lapor ke Polisi
Lumajang,(DOC)-Wartawan disalah satu media cetak di Lumajang yakni Memo Timur akhirnya melaporkan Bupati Lumajang Thoriqul Haq.

Wartawan Memo Timur Mujibul Choir didampingi tiga pengecara mendatangi Mapolres Lumajang, Senin (27/1/2020).Untuk melaporkan Bupati Lumajang atas statemen Bupati Lumajang Thoriqul Haq yang dinilai telah menghina Mujibul Choir sebagai wartawan recehan dan picik, licik, serta tidak layak untuk menjadi wartawan.

Kejadian pelecehan terhadap wartawan Memo Timur  berawal saat Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Lumajang menggelar konferensi pers di kantornya, pada Jumat (24/1/2020) kemarin. Kepada puluhan wartawan yang hadir, PKB membantah isu dugaan skandal mesum salahsatu kadernya berinisial AZ.

Selain menepis isu itu, PKB juga melayangkan somasi atas pemberitaan Memo Timur yang berjudul 'Santer Isu Mesum Salah Satu Oknum Anggota DPRD Lumajang  Benarkah?' yang terbit Kamis (23/1).

Dimana Thoriqul Haq sebagai salah satu Kader PKB yang menjabat Bupati Lumajang juga hadir dalam kesempatan itu. Dengan nada tinggi, Ia mengatakan, oknum wartawan yang menulis itu picik, licik, murahan, dan recehan.

"Hari ini saya didampingi Kabiro Memo Timur Lumajang Khurul Fatoni, tiga kuasa hukum Mahmud, Dummy, dan Aris mendatangi Polres Lumajang untuk melaporkan Bupati Lumajang Thoriqul Haq," ujar Wartawan Memo Timur Mujibul Choir.

Bahkan, dirinya sangat tidak terima dengan kalimat yang dilontarkan bupati wartawan recehan dan picik, licik, serta tidak layak untuk menjadi wartawan.

"Kok saya dikatakan licik, recehan. Dan tidak pernah meminta uang sedikitpun kepada Bupati Lumajang Thoriqul Haq namun masih dibilang recehan, dan murahan, dam juga tidak pernah membuat berita bohong atau hoax selama ini namun sayangnya telah dibilang telah membuat berita bohong," tutur Choir.

Sedangkan yang telah dilakukan Bupati Lumajang dalam statemenya tersebut jelas sekali menumpulkan dan mengebiri Kebebasan Pers yang ada di Lumajang terutama maupun dilain daerah, padahal kebebasan Pers harus dijunjung  tinggi dalam negri ini, jika adanya intervensi terhadap Wartawan dan media jelas telah melanggar kebebasan Pers UU No 40 tahun 2009.

"Saya sebagai wartawan Prihatin terhadap statemen seperti itu keluar dari mulut orang nomor satu di Lumajang yang seharusnya memberikan tauladan baik kepada Masyarakat namun justru sebaliknya, anda sebagai wartawan ketika dibilang seperti itu bagaimana perasaan anda,"Kata Choir.

Sementara itu Kuasa Hukum Media Memo Timur Mahmud SH ketika dikonfirmasi awak media di halaman Satreskrim Polres Lumajang menjelaskan jika pihaknya telah melaporkan Bupati Lumajang Thoriqul Haq karena diduga telah mencaci maki Choir salah satu Wartawan Media Memo Timur  picik, licik, recehan, Murahan, itu sudah berlebihan.

"Setelah laporan Kami diminta melanjutkan laporan kami ke SPK, Sebagai kuasa hukum saya juga menyesalkan, Kalau memang pemberitaan tersebut dinilai salah bukankah dalam UU Pers ada etikanya yakni menggunakan hak jawab maupun yang lainya dan tidak seharusnya seperti itu," Jelasnya.

Lanjut Mahmud, kalau memang masalahnya adalah pemberitaan yang menyalahi kode etik, seharusnya bisa diselesaikan dengan cara yang ada.

"Kalau memang perbuatan itu melanggar kode etik atau tidak akurat, itu kan ada mekanismenya," jelasnya.

Kemudian untuk pasal yang akan dijatuhkan pada yang bersangkutan, menurutnya nanti tergantung dari penyidik. "Karena saat ini dirinya fokus melaporkan peristiwa tersebut," pungkasnya.

Dilansir Lumajangsatu.com Menanggapi dirinya dilaporkan polisi, Bupati Lumajang Thoriqul Haq menanggapi santai. Ia menganggap jika laporan itu hanya ingin viral dan terkenal saja.
“Ya itu hanya ingin terkenal dan viral saja. Jadi lapor-lapor begitu,” ujar Thoriqul Haq saat ditemui sejumlah wartawan.
Menurut Thoriq laporan tersebut bukan hal yang berat dan harus ditanggapi serius. Bupati akan mengikuti sesui prosedur. “Ya biasa duwe rayatmacem-macem, termasuk yang lapor-lapor itu,” ujar alumnus UINSA Surabaya itu. (Mam)

Post a Comment

0 Comments