Gunakan Telur Busuk Industri Kue Kering di Tukum Digrebek Polda Jatim

Lumajang,(DOC) -- Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim berhasil mengungkap Pabrik yang memproduksi kue bidaran dengan menggunakan berbahan telur infertil atau gagal tes.

Setelah berhasil diungkap, Polda Jatim menggelar Press Rilis di Pabrik Kue kering (Kue Bolot) di Dusun Munder, Desa Tukum, Kecamatan Tekung, Lumajang, Selasa (7/1/2020).

Dalam pengungkapan ini dihadiri Dirreskrimum Polda Jatim Kombes Pol Pitra Ratulangi, Kasubdir Jatanras Polda Jatim, Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Trunoyudo, Kapolres Lumajang AKBP Adewira Negara Siregar, S.Ik, M.Si, dan Dir Opsnal polda jatim Kompol Efendi Lumbis.

Selaian itu dihadiri Kadin Kes Kab.Lumajang Dr.  Indra yudi, Direkrur Rs Haryoto dr.Bayu Wibowo, Pj Kadispertanian Ir. Paiman, Kabit perlundungan Konsumen Jatim M Ismiadi, dan Badan perlindungan Pengawasan obat dan makanan (BPPOM) Jatim Baikuni.

Dalam pengungkapan ini, polisi mengamankan sejumlah  tepung tapioka, minyak goreng curah, dan garam, bumbu balado, telur yang digunakan membuat kue kering serta Kue Bidaran Merek Garuda.

Polisi juga mengamankan Pemilik usaha diketahui bernama Imam Safii (44) warga Dusun Munder, Desa Tukum, Kecamatan Tekung, Lumajang.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko mengungkapkan, Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Jatim  bahan makanan berupa kue bidaran merek Garuda yang berbahan telur infertil atau gagal tetas.

"Pabrik yang memproduksi kue bidaran ini diungkap Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim, pada Jumat 3 Januari 2020," ujarnya saat menggelar jumpa pers di TKP.

Sementara itu, Dirreskrimum Polda Jatim Kombes Pol Pitra Ratulangi mengatakan, pengungkapan ini awalnya Ditreskrimum Polda Jatim mendapatkan informasi dari masyarakat di Desa Tukum ini diduga ada memproduksi makanan yang tidak layak.

"Kemudian polisi melakukan penyelidikan di lokasi membuatan kue bidaran merek Garuda menemukan ada bahan campuran makanan yang tidak layak, seperti telur gagal menetas," terangnya.

Pelaku membuka usaha mulai sejak tahun 2014, dengan memiliki ijin berupa HO dan mendirikan bangunan.

"Makanan ini tidak terdaftar di Izin Edar Badan Pengawsan Obat dan Makanan BPOM, maupun dinas terkait," jelas Dirreskrimum Polda Jatim.

Tersangka mendapatkan telur infertil/ gagal tetas yang dibeli berinisial S dari Probolinggo dengan membeli dengan harga Rp 300 rupiah.

"Motif dibalik ini tentunya adalah bagaimana dia membelanja murah dengan keuntungan besar, ini tidak boleh bisa merugikan kesehatan masyarakat. Telur busuk sedirinya isinya bakteri," tutur Kombes Pol Pitra Ratulangi

Dalam memproduksi 1 minggu 4 kali dan telur infertir atau gagal tetas yang dibutuhkan perhari 3000 butir.

"1 kali memproduksi tersangka memperoleh uang sekitar 4,5 juta. Tersangka Hasil produksi diedarkan ke Probolinggo, Jember dan Lumajang sekitar," pungkas Dirreskrimum Polda Jatim Kombes Pol Pitra Ratulangi.

Tersangka melangar UU RI No 18 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen. (Mam) 

Posting Komentar

0 Komentar