Diduga Menggunakan Telur Busuk, Seorang Pengusaha Kue Asal Tukum di Tangkap Polda Jatim

ilustrasi telur busuk
Lumajang, (DOC) - Warga Desa Tukum Kecamatan Tekung Kabupaten Lumajang berinisial IS ditangkap Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim, Jum'at (3/1/2020).

IS sendiri dikenal sebagai pengusaha industri kue kering (kue bolot) diduga menggunakan telur busuk biasanya tidak layak pakai sebagai bahan campuran pembuatan kue.

Menurut keterangan pihak keluarga awal mulanya, penangkapan itu diduga penculikan oleh istri 'IS'. Hingga ia mengadu ke Kepala Desa Tukum, selanjutnya, aduan warganya itu diteruskan ke Mapolsek Tekung.

Karena, berawal dari paginya dibawa oleh empat orang yang mengendarai kendaraan roda empat jenis mobilio,

"Memberitau secara lisan jika dirinya buser dari Surabaya, tanpa menunjukkan surat - surat yang menandakan, jika dirinya adalah petugas dari Polda Jatim," ujar Istri IS kepada sejumlah awak media.

Namun pada siang harinya, istri 'IS' menerima telephone dari suaminya, senada menyuruh untuk mengirimkan uang tunai senilai Rp. 200 juta.

"Mboten, mboten disukani surat nopo - nopo," kata istri 'IS', dalam bahasa jawa yang artinya (Tidak - tidak dikasi surat apa - apa) terkait penangkapan suaminya.

Informasi yang dihimpun media ini dari Yunus, Kades Tukum, selain 'IS', ada warga Desa Karangbendo saat itu juga turut dibawa berinisial 'K'.

" 'K' merupakan sopir dari 'IS' pengusaha kue. IS' dibawa menggunakan mobilio itu, dan 'K' dibawa sembari mengendarai kendaraan pick up L-300 milik 'IS," terang Yunus.

Terpisah, Kasat Reskrim Polres Lumajang, AKP Hasran dikonfirmasi media ini menegaskan, jika kejadian itu bukanlah penculikan.

"'IS' ditangkap Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim, atas laporan warga yang menduga, jika industri pembuatan kue yang dilakukan, menggunakan telur busuk," ujarnya ketika dikonfirmasi awak media.

"Bukan penculikan, itu yang benar adalah yang menangkap dari Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim. Dan informasi uang tebusan Rp. 200 juta itu tidak benar," Imbuhnya.

Hingga berita ini ditayangkan, belum ada informasi terkini dari pihak kepolisian, terkait penetapan status hukum kedua warga Kecamatan Tekung Lumajang tersebut. (Mam) 

Posting Komentar

0 Komentar