Cekcok Mulut, Tewas Dibacok Keponakannya Sendiri

Kapolres Lumajang mendatangi lokasi kejadian
Lumajang,(DOC)- Seorang warga  Dusun Gentengan, Desa Condro Kecamatan Pasirian, Kabupaten Lumajang tewas dibacok. Korban dan pelaku masih keponakan itu awalnya terlibat cekcok mulut berakhir dengan pembacokan.

Peristiwa pembacokan tersebut terjadi Rabu (22/1/2020) sekitar pukul 09.00 WIB.

Korban diketahui bernama Jumadi (41) dan pelaku bernama Zainul Arifin (31) Warga Dusun Gentengan RT 04, RW 07, Desa Condro, Kecamatan Pasirian, Lumajang.

Atas kejadian peristiwa yang menggegerka warga, Kapolres Lumajang AKBP Adewira Negara Siregar, Kasat Reskrim AKP Hasran, Tim Cobra Polres Lumajang dan inafis mendatangi lokasi kejadian dan melakukan olah TKP

Informasi yang dihimpun, Kejadian bermula saat Jumadi mendatangi rumah kakaknya bernama Adi di Dusun Gentengan. Korban kemudian meminta dibelikan sepeda motor, namun dijawab tidak punya uang oleh sang kakak.

Mendengar jawaban itu, kemudian Jumadi marah kepada Adi dan terjadilah cekcok hingga dilerai oleh para tetangga. Karena dirasa aman, tiba-tiba Jumadi masuk kedalam rumah dan mengambil celurit kemudian membacok Adi.

Karena merasa terancam, Adi lari namun terjatuh diteras rumahnya dan langsung didukuki badannya oleh Jumadi. Anak Adi bernama Zainul (33) melihat ayahnya hendak dibunuh oleh adiknya, langsung mengambil sebilah pedang dan membacok korban hingga luka parah dibagian lehernya.

"Kita sudah terjunkan Tim Cobra Tangguh. Kita masih selidiki motif dari pembacokan tersebut," ujar AKBP Adewira Negara Siregar SIK saat datang kelokasi kejadian.

Pelaku ini membacok korban mengenai leher sebanyak 1 kali dengan menggunakan pedang, korban meninggal ditempat kejadian.

"Usai pembacok korban pelaku langsung menyerahkan diri ke Polsek Pasirian," terang Adewira.

Lebih lanjut, dikatakan Kapolres  korban dan pelaku masih ada hubungan saudara dan terbilang sangat dekat. Untuk itu meminta semuanya bisa menahan diri dan memasrahkan kasusnya ditangani polisi dan jangan sampai ada aksi balas dendam.

"Pelaku sudah diamankan dan saya berharap tidak perlu berkembang kepada yang lain," tuturnya.

Sementara dari hasil visum RSUD Pasirian Dari keterangan medis dr Niken, korban mengalami luka dibagian leher yang membuat pembuluh darah arteri dan vena nyaris putus sehingga korban mengalami banyak kehilangan darah.

"Dari keterangan dokter, korban kehabisan darah sehingga tidak bisa diselamatkan," imbuh AKBP Adewira Siregar.

Kini pelaku harus mempertanggung jawabkan perbuatannya dikenakan pasal 351 (3) KUHP dipidana penjara paling lama 7 Tahun. Tindak pidana penganiayaan yang mengakibatkan korban meninggal dunia.(Mam)

Post a Comment

0 Comments