Bedah buku Sebagai Upaya Pengajuan Imam Soedja'i Menjadi Pahlawan Nasional

BKN gelar Kilas Balik Perjuangan dan bedah buku Mayjen Imam Soeja'i
Lumajang,(DOC)-Badan kebudayaan Nasional cabang PDI Perjuangan Kabupaten Lumajang menggelar Kilas Balik perjuangan dan Bedah buku Mayjen Imam Soedja'i, di Hall Kantor DPC PDI Perjuangan Kabupaten Lumajang, Rabu (29/1/2020).

Acara dilaksanakan tersebut dilakukan tokoh asli Lumajang tersebut ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional. Salah satu upaya yang dimaksud di antaranya adalah kajian akademis Bedah Buku Mayjen Imam Soedja’i dan aktivitasnya di masa perjuangan kemerdekaan RI.

Acara tersebut tampak dihadiri dihadiri 6 putra-putri Imam Soedja’i dan beberapa cucunya. Putranya  yang hadir adalah Imam Hidayat dan Ahmad Gempur.

"Ahmad Gempur lahir pada saat Mayjen Imam Soedja'i menghadapi gempuran penjajah. Maka untuk itulah diberi nama Ahmad Gempur," tutur Mansoer Hidayat, penulis buku sejarah Mayjen Imam Soedja’i.

Diketahui, Mayjen Imam Soedja'i sendiri lahir di Pasuruan tahun 1902 kemudian ikut orang tuanya menjadi penghulu ke Lumajang.

"Dia pernah menempuh pendidikan setingkat SMP sampai (atau dulu BAS) di bidang teknik," terangnya.

Lebih lanjut Mansoer Hidayat menceritakan, Imam Soedja'i bekerja di Perusahaan palayaran milik Belanda, saat bekerja dihina oleh Belanda dengan sebutan Irlander.
Menggelar doa

"Lalu Imam Soedja’i tersinggung dan keluar dari perusahaan milik Belanda itu. Ia memperdalam ilmu pencak silat hingga melahirkan Pencak Organisasi. Hingga saat ini Organisasi yang berada di Lumajang masih eksis," Katanya.

Dari situlah Imam Soeja’i  kenal oleh kalangan pejuang karena punya andil besar dalam  perjuangan kemerdekaan RI.

Mansoer Hidayat menambahkan, pihaknya akan menggelar minar lagi di Jember dan Malang.

“Jadi ada 2 seminar lagi sebelum Mayjen Imam Soedja’i diajukan kepada pemerintah sebagai  pahlawan nasional,” Tuturnya.

Sementara itu, Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Lumajang, Solikin SH, menyampaikan dukungannya agar Mayjen Imam Soedja’i  ditetapkan sebagai pahlawan nasional. Mengingat, Imam Soedja’ie aset sejarah perjuangan bangsa. “Saya  mendukung penuh BKN,” ujar mantan DPRD Lumajang ini.(Mam)

Posting Komentar

0 Komentar