Gelombang Tinggi Terjang Pantai Selatan Lumajang, 8 Warung Makan Rusak

Abrasi laut merusak 8 warung
Lumajang, (DOC) - Gelombang tinggi yang menghempas Pantai Tempursari, Kabupaten Lumajang mengakibatkan 8 warung dan lahan pertanian yang berada di tepi pantai rusak.

Selain mengakibatkan 8 warung makan rusak, gelombang tinggi yang terjadi sejak pada hari Kamis (26/12/2018) sekitar pukul 20.30 WIB.

Abrasi laut  berada di Pantai Bulu Dusun Karangmenjangan  RT 17 dan 18 RW 06 Desa Bulurejo dan Pantai Bulu DusunTegalbanteng RT 17 dan 18 RW 05 Desa Tegalrejo Kecamatan Tempursari Kabupateb Lumajang.
Menurut Kepala Bidang Pencegahan Kesiapsiagaan dan Logistik BPBD Kabupaten Lumajang, Wawan Hadi Siswoyo gelombang air laut setinggi mencapai empat sampai lima meter mengakibatkan air laut naik keareal lahan  pertanian masyarakat Desa Tegalrejo dan warung-warung ikan bakar yg berada di pesisir pantai TPI Desa Bulurejo.

"Gelombang ombak setinggi 4 sampai 5 Meter akibat Dampak Gerhana Matahari dan Menjelang Tanggal Muda Hitungan Jawa ( Mapak Tanggal ) yang mengakibatkan Air laut naik keareal lahan  pertanian masyarakat Desa Tegalrejo dan warung-warung ikan bakar," ujar Wawan Hadi,  Sabtu (28/12/2019).

Gelombang tinggi diwilayah pesisir pantai selatan Kecamatan Tempursari Kabupaten Lumajang diduga terjadi mulai hari Kamis tanggal 26 Desember 2019 Pukul 19.30 WIB hingga hari ini dan terjadi gelombang tinggi Pantai Selatan  air pasang sekitar 4 sampai 5 Meter.

"Untuk itu kami menghimbau untuk tetap waspada dan menjaga keamanan masing-masing serta memasang Polisline agar masyarakat maupun pengunjung tidak melewati garis polisi tersebut karena berbahaya," terang Wawan.

Dia menjelaskan, warung- warung yang terdampak abrasi laut di sekitar pesisir Pantai Bulurejo sebanyak 8 warung terdampak tertimbun pasir sedalam kurang lebih 50 cm.

"Lahan pertanian sepanjang garis pantai di Dusun Tegalbanteng Desa Tegalrejo Pantai Bulu desa Tegal Rejo kurang lebih 16 hektar mengalami abrasi sedang dan tanaman rusak akibat terendam air laut," ujar Wawan Hadi.

Kejadian tersebut oleh warga sekitar dilaporkan kepada pihak instansi terkait dan ditindaklanjuti untuk dilakukan pendataan.

Untuk itu dihimbau kepada masyarakat  tetap waspada menghadapi bencana hidrometeorolgi.


"Bagi warga yg tinggal disepanjang pisisir laut di Bulurejo diharapkan lebih meningkatkan kewaspadaan dan ditingkatkan giat siskamling dan pemantauan setiap saat pada saat sekarang ini," pungkas Kabid Pencegahan Kesiapsiagaan dan Logistik BPBD.(Mam) 

Posting Komentar

1 Komentar

  1. Itu berita thn 2018 apa 2019, tlng admin maralat tgl kejadian, itu tertulis hari kamis 26-12-2018

    BalasHapus